Skip to content

Tri Yahya Budiarso: Pembuat “Wine” Dari Salak

Desember 14, 2012

Tri Yahya Budiarso di indonesiaproud wordpress comSaat mendengar kata wine pasti terbersit dalam pikiran Anda adalah minuman yang diolah dari buah anggur. Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa minuman itu berasal dari buah lokal seperti salak, jambu mete, pisang uter, ketela, serta kulit pisang ambon?

Di tangan seorang peneliti dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Tri Yahya Budiarso, buah-buah lokal tersebut bisa diolah menjadi minuman fermentasi.

Salak dan nanas adalah buah lokal yang digunakan sebagai bahan dasarnya. Namun, sebelumnya, semua buah lokal di atas pernah diolahnya menjadi minuman fermentasi.

”Selama ini, di Indonesia khususnya, saya belum pernah menemui minuman fermentasi dari bahan dasar salak. Padahal, salak memiliki rasa sepet, daging buah yang sangat tebal, serta terdapat kandungan alkoholnya,” papar Tri Yahya.

Dengan dasar itulah, Tri Yahya pun memiliki ide untuk mencoba mengolah salak menjadi wine lokal. Alasan lain adalah buah lokal sangat mudah ditemui dan murah harganya. Terkait proses pembuatannya, buah salak dan nanas disterilisasi dengan bantauan mikroba saccharomyces cereviseae untuk menjadi alkohol.

”Satu kilogram salak bisa menghasilkan 10 liter minuman fermentasi. Kandungan alkoholnya pun rendah, yakni 10-14 persen,” tuturnya.

Manfaat minuman fermentasi dari salak ternyata tidak hanya menghangatkan tubuh. Minuman ini mampu membunuh bakteri penyebab diare serta membantu pencernaan tubuh. Tentu saja manfaat ini bisa diperoleh ketika alkohol yang diminum tidak melebihi 14 persen.

Sementara itu, terkait buah-buah lokal yang berpotensi diolah menjadi minuman fermentasi, Tri mengaku hanya terkendala oleh musim. Untuk itulah apabila akan dikembangkan di Indonesia perlu disesuaikan dengan buah-buah apa saja yang sedang musim.

Produk wine ini juga belum berani dipasarkan karena terbentur aturan di Indonesia. Untuk itulah, produk ini hanya dipamerkan di pameran universitas.

Hermia Sampe, salah seorang mahasiswa yang turut melakukan penelitian minuman fermentasi ini, menyatakan bahwa rasanya juga tak kalah dengan wine dari buah anggur. Ia mengaku bahwa penelitian ini merupakan salah satu cara pemanfaatan buah lokal yang banyak tersebar di Indonesia.

”Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, lebih lagi buahnya. Dengan mengolahnya menjadi sebuah produk berguna, tentu akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.” ujar Tri.

Sumber: kompas.com (National Geographic Indonesia)

Kontak: yahya@ukdw.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: