Skip to content

Zaenal Mutaqin: Mahasiswa Pembuat Mesin Tik Braille dari Printer Bekas

Desember 30, 2012

mesin tik braille uny di indonesiaproud wordpress comUntuk menulis dalam huruf braille biasanya kita membutuhkan alat khusus. Kita harus mengukir huruf demi huruf di atas kertas dengan bantuan jarum dan riglet. Jangankan orang bermata awas, mereka dengan keterbatasan penglihatan pun akan kesulitan menulis dalam huruf braille jika belum terbiasa.

Sebenarnya, teknologi untuk mencetak tulisan braille sudah tersedia. Namun, harga mesin cetak (printer) jenis ini dangat mahal di pasaran. Padahal, mencetak dengan mesin tentu akan menghemat lebih banyak waktu ketimbang menulis secara manual.

Hal inilah yang menggerakkan Zaenal Mutaqin, mahasiswa Teknik Elektronika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menyulap printer bekas menjadi mesin ketik khusus huruf braille, yang merupakan proyek akhir kuliahnya, yang dibimbing oleh dosen Dr. Putu Sudira. Temuan Zaenal ini tentunya memudahkan orang bermata awas untuk menulis dalam huruf braille.

Zaenal memaparkan bahwa keyboard menjadi pusat perintah kerja pada mesin ketik braille buatannya. Ada beberapa tombol utama yang menjadi kunci pengoperasian alat ini. Tombol F9 berfungsi menarik kertas ke bawah dan tombol F10 untuk menarik kertas ke arah sebaliknya. Kemudian, tombol F11 dan F12 berfungsi untuk menggeser solenoid ke kiri dan ke kanan dan menentukan posisi yang tepat pada kertas. Tombol spasi digunakan untuk menghentikan perintah tombol-tombol tersebut. Sementara jika kita ingin menurunkan solenoid satu baris, kita menggunakan tombol F8.

“Pada mesin ketik ini, setiap tombol huruf, angka, dan tanda baca yang ditekan akan menghasilkan  output  berupa gerakan dua buah motor stepper dan solenoid sehingga akan menghasilkan motif huruf braille yang dimaksud pada kertas,” ujar Zaenal.

Menurut Zaenal, mesin ketik huruf braille elektronik ini berbasis mikrokontroler ATmega16 dengan 3 komponen penyusun. Bagian pertama adalah keyboard dengan spesifikasi votre sturdy ps2. Ia menghasilkan data serial pada setiap tombol yang ditekan. Bagian kedua, sistem minimum berupa rangkaian dengan mikrokontrolller ATmega16 sebagai pengontrol kerja seluruh bagian mesin ketik. Sedangkan bagian ketiga adalah 3 buah output mekanik, yakni 2 buah motor stepper dan sebuah solenoid. Motor stepper pertama berfungsi untuk menarik kertas, sedangkan motor stepper kedua berfungsi menggeser posisi solenoid.

Dari segi harga, alat ini ditaksir seharga Rp700.000, jauh lebih murah dari printer huruf braille pada umumnya.

Sumber: okezone.com, uny.ac.id

4 Komentar leave one →
  1. Desember 30, 2012 11:35 pm

    Masya Allah. Keren banget idenya.

  2. Januari 1, 2013 11:35 am

    Semoga menjadi nilai ibadah…. amiin.
    Mari terus berkarya dan tetap berpikir positif.

  3. Januari 8, 2013 11:35 pm

    Berapa no telpnya mas ?.saya membutuhkan mesin itu.terimakasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: