Skip to content

Yudi Lesmana Raih Gelar International Grand Master of Memory Dalam The World Memory Championship di London

Januari 10, 2013

yudi lesmana di indonesiaproud wordpress comBagi sebagian besar orang, lupa merupakan sebuah problem yang sering kali ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bagi Yudi Lesmana hal itu bukanlah problem yang berarti.

Kemampuan daya ingat yang tinggi telah mengantarkannya meraih gelar International Grand Master of Memory. Gelar tersebut ia raih dalam ajang The World Memory Championship (WMC) 2003 dengan menduduki peringkat ke-20. Ia mengikuti ajang yang sama, WMC 2012 di London pada 14-16 Desember 2012 lalu dan memperoleh peringkat ke-12.

Pria yang lahir pada 26 Januari 1988 ini telah mendalami keahlian mengingat sejak usia 14 tahun. Ia sempat mengikuti kursus daya ingat di Medan. Awal tujuan ia mengikuti kursus ini untuk membantunya mengingat pelajaran. Namun, ternyata manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dari sekadar berprestasi di sekolah.

Pada tahun 2002, ia berhasil meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus, yaitu “Pria Indonesia Pertama dan Termuda mampu mengingat 880 digit angka dalam waktu 1 jam” dan “Pria Indonesia Pertama dan Termuda mampu mengingat 11 deck kartu remi dalam 1 jam”.

Puncaknya, tahun 2003 ia berhasil dinobatkan sebagai International Grand Master of Memory dengan menduduki posisi ke-20. Kedudukan ini diperkuat setelah ia mengikuti ajang WMC kembali pada tahun ini dengan kenaikan ranking, yaitu peringkat ke-12.

Gelar Grand Master of Memory merupakan gelar yang cukup prestisius karena hingga saat ini hanya ada 128 orang di dunia yang menyandangnya. Gelar ini diberikan kepada kompetitor yang mampu mengingat minimal 1.000 digit angka acak dalam satu jam, 10 deck kartu remi yang telah dikocok dalam waktu satu jam, dan satu deck kartu remi dalam waktu kurang dari 2 menit.

Selain Yudi, hanya ada 3 Grand Master of Memory lainnya yang berasal dari Indonesia.

Impian Yudi 

Yudi punya harapan yang besar untuk perkembangan memory sport di Indonesia. Dia ingin membuat badan memory sport national sebagai penyelenggara kompetisi memory sport national. Tidak seperti negara lain peserta WMC, Indonesia tidak memiliki badan khusus yang mengirimkan warga negaranya untuk bertanding pada WMC.

“Saya mengharapkan kerja sama dari pihak-pihak yang berkeinginan memajukan memory sport di Indonesia sehingga teknik-teknik dasar memori ini dapat diaplikasikan secara luas pada pendidikan di sekolah-sekolah, para profesional di bidangnya masing-masing dan orang awam. Tahun depan saya akan mempersiapkan diri jauh-jauh hari dan membina bibit-bibit grand master di Indonesia sehingga Indonesia berjaya di World memory Championship 2013,” ujar Yudi.

Selain melakukan pembinaan, ia berniat mengikuti ajang WMC kembali pada tahun depan dengan target juara dunia.

Ketika ditanya mengenai kemampuan memori, ia berpendapat bahwa memori merupakan sebuah keahlian. “Memori itu merupakan sebuah keahlian, sama seperti keahlian lainnya yang jika dipelajari dan dilatih akan menjadi sesuatu yang hebat.”

Sumber: itb.ac.id

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: