Skip to content

Siswa SMPN 2 Banyumas Buat Lift Hemat Energi Untuk Jembatan Penyeberangan

Januari 15, 2013

lift jembatan penyebrangan smpn 2 banyumas di indonesiaproud wordpress comYuli Setyani, Dimas Bangkit Satriawan dan Rumiati dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Banyumas, Jawa Tengah, melakukan inovasi dengan menciptakan lift hemat energi dengan penyeimbang air sebagai pengangkat dan penurun orang pada jembatan penyeberangan.

Tiga pelajar yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja SMPN 2 Banyumas ini memberi nama lift tersebut “Lidirum” yang berasal dari pengabungan nama-nama mereka, yakni Yuli (15), Dimas (14) dan Rumiati (14).

“Ide pembuatan lift ini berdasarkan pemikiran kami terhadap kepadatan arus lalu lintas di Jakarta, sedangkan jembatan penyeberangan yang ada jarang dimanfaatkan untuk menyeberang oleh warga karena harus naik-turun tangga,” kata Yuli selaku Ketua KIR.

Dia bersama rekan-rekannya mencoba mencari solusi agar jembatan penyeberangan terasa nyaman sehingga warga pun mau memanfaatkannya untuk menyeberangi jalanan yang ramai dilalui kendaraan.

“Berkat bimbingan guru Fisika, Pak Aji Sambudi, kami akhirnya membuat miniatur lift jembatan penyeberangan ini dan berhasil meraih predikat Juara II dalam Lomba Kreativitas Ilmiah Remaja (LPIR) Tingkat Nasional di Banjarmasin, Kalimantan, pada 24-29 September 2012,” katanya.

Terkait mekanisme lift tersebut, Dimas mengatakan bahwa lift ini bekerja menggunakan pompa untuk menyuplai air ke tangki penyeimbang.

“Saat tangki penyeimbang ini penuh dengan air, lift akan naik ke atas. Demikian pula sebaliknya, saat air dalam tangki penyeimbang dikeluarkan, lift akan turun,” kata Dimas yang pernah meraih Juara II pada LPIR Tingkat Nasional Tahun 2011 dengan karya berupa rumah otomatis.

Dengan demikian, pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan akan merasa lebih aman dan nyaman.

Sementara Aji Sambudi sang guru pembimbing mengatakan bahwa saat ide pembuatan lift tersebut muncul, mereka segera mencari referensi di internet.

“Ternyata penggunaan lift pada jembatan penyeberangan telah ada, sehingga anak-anak mencoba membuat inovasi baru dengan menggunakan tangki berisi air sebagai penyeimbang,” katanya.

Menurut dia, lift dengan penyeimbang air ini dinilai lebih hemat energi karena konsumsi listriknya hanya 50 persen dari lift yang telah banyak digunakan karena listrik hanya dibutuhkan untuk memompakan air ke dalam tangki penyeimbang.

“Lift pada umumnya menggunakan listrik untuk menggerakkan motor pengangkat maupun penurun,” katanya.

Dia mengakui, lift ini membutuhkan lahan yang cukup luas jika diterapkan di jalan raya karena salah satu sisinya lebih besar yang digunakan untuk tempat tangki penyeimbang. Oleh karena itu, tangki penyeimbang ini akan diletakkan di atas sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.

Disinggung mengenai kemungkinan lift tersebut dapat digunakan pada gedung bertingkat, dia mengatakan, hingga saat ini belum bisa diterapkan karena masih dicari cara pengaturannya.

“Kami masih mencoba mencari cara pengaturan agar lift bisa berhenti di setiap lantai yang dituju,” katanya.

Sumber: antarajateng.com, kompas.com, tribunnews.com

2 Komentar leave one →
  1. Januari 16, 2013 11:35 pm

    Reblogged this on hanaashrawi and commented:
    meskipun kami desa, kami berkarya untuk Indonesia 🙂

  2. Januari 17, 2013 11:35 am

    hebat nih anak-anak
    semoga di masa depan bisa jadi ilmuwan yang sukses..
    pemerintah harus lebih memperhatikan siswa berprestasi kaya mereka nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: