Skip to content

SMPN 1 Sleman & SMP Stella Duce 1 Yogyakarta Jadikan Batik Karya Siswanya Sebagai Seragam Sekolah

Januari 17, 2013

batik siswa smpn 1 sleman di indonesiaproud wordpress com

Di SMPN 1 Sleman, Yogyakarta, setiap hari sabtu para siswa mengenakan seragam batik, tetapi motifnya berbeda-beda antara siswa satu dengan lainnya. Berbeda karena seragam batik yang dikenakan para siswa ini dibuat sendiri, termasuk dalam menciptakan motif.

Hal ini dilakukan selain untuk mempertahankan batik sebagai warisan budaya, sekolah juga mengajarkan siswa untuk kreatif.

“Sebagai sekolah andalan di Sleman pelajaran membatik telah diterapkan di SMPN 1 Sleman 2 tahun lalu,” ujar Dra Hj. Wahyuni Kismardini, Kepala SMPN 1 Sleman (13/1).

Siswa baru tidak hanya diwajibkan mengenakan batik, tetapi juga diwajibkan dapat membatik sehingga seragam yang yang dikenakan harus hasil karya sendiri.

Wahyuni mengatakan bahwa pembuatan batik oleh siswa menjadi bagian dari pelajaran keterampilan yang diberikan pada semester I. Pada semester II siswa harus sudah menggunakan seragam batik hasil karyanya.

“Setiap minggu dialokasikan waktu pelajaran keterampilan membatik selama dua jam pelajaran,” katanya.

Para siswa dikenalkan dengan teori membatik kemudian dilanjutkan dengan praktik di sekolah mulai dari membuat desain, membuat pola, sampai dengan proses membuat “isen-isen” dilakukan siswa sesuai dengan selera dan kemampuan masing-masing siswa.

“Namun untuk warna dasar agar seragam ditentukan sekolah. Untuk Tahun Ajaran 2012/2013 warna dasar yang dipakai warna ungu. Untuk tahun depan direncanakan sudah memakai dua warna,” lanjutnya.

Untuk kegiatan itu selain dilakukan di sekolah juga di rumah dalam satu semester. “Untuk proses pewarnaan bekerjasama dengan Pengusaha Batik Nakula Sadewo. Hasil karya batik siswa juga dipamerkan di ’showroom’ batik sekolah yang sekaligus tempat praktik membatik siswa dan sebagai kenang-kenangan apabila ada tamu-tamu penting dari luar,” ujarnya.

Pemakaian seragam hasil karya siswa tersebut merupakan bentuk penghargaan dari sekolah terhadap hasil karya siswa. Dengan menggunakan karya sendiri para siswa lebih bangga dan termotivasi mengembangkan kreativitasnya.

Batik Karya Siswa SMP Stella Duce 1 Yogyakarta Pecahkan Rekor MURI

Seperti halnya SMPN 1 Sleman, sejak 3 tahun terakhir seluruh siswa, guru dan karyawan di SMP Stella Duce 1 Yogyakarta dengan penuh kebanggaan menggunakan seragam batik karya mereka sendiri.

Mereka juga bangga membuat pola baju batik, membatik, menjahitkan, dan mengenakan baju tersebut sebagai pakaian seragam sekolah pada setiap hari Jumat. Batik karya siswa tidak hanya digunakan sendiri sebagai seragam sekolah, tetapi juga pernah dipamerkan di ruang  Bentara Budaya Yogyakarta dan Jogja Expo Center.

Kerja keras para siswa dan guru membuahkan hasil gemilang dengan digelarnya “Batik Expo” yang diadakan bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2012. Dalam perhelatan itu, para siswa membatik di ruang laboratorium sekolah sekaligus memperagakan batik buatan sendiri yang mereka kenakan dengan beragam motif dan corak.

Tradisi membatik di SMP Stella Duce 1 sendiri telah dimulai sejak 1985 dan terus dilestarikan hingga kini. Kepala SMP Stella Duce 1 Yogyakarta Dra. S. Listyawati SN menyampaikan bahwa pelestarian tradisi membatik merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi para peserta didik.

Gerakan berbusana batik buatan sendiri ini juga mendapat dukungan dari GPH. Prabu Kusumo dan Sekar Jagad (Paguyuban Pecinta Batik Indonesia) ini diapresiasi sebagai gerakan yang pertama kalinya ada di Indonesia, bahkan di dunia. Selain peserta didik, banyak juga guru dan karyawan serta orang tua murid yang ikut belajar membatik.

Setelah tiga tahun menghidupkan batik sebagai mata pelajaran, kini  ketekunan itu berbuah manis, terutama kesabaran mereka dalam membatik. Pada Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2012 SMP Stella Duce 1 Yogyakarta memecahkan rekor MURI sebagai “Sekolah Pelopor Pengguna Batik Karya Sendiri”.

Sumber: kompas.com, krjogja.com, accdiy.com

3 Komentar leave one →
  1. Januari 17, 2013 11:35 pm

    Reblogged this on Epaulet Love and commented:
    Dulu SMAN 1 Cibadak juga begini. Bahkan sampai dibuat kompetisi membuat batik antar kelas dan pemenang desain batiknya dibuat untuk seragam batik sekolah. Tapi, gak masuk Rekor MURI. Sedih.

  2. Maret 26, 2013 11:35 am

    Yeah. Maju dan Jayalah SMP 1 SLeman

  3. Juni 11, 2015 11:35 am

    wah keren , memakai karyanya sendiri , semoga bisa berkembang dan menjadi prluang usaha ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: