Skip to content

Hengki Koentjoro: Foto Karyanya Masuk Final Hasselblad Masters Award 2014

Januari 20, 2013

foto hengky koentjoro di indonesiaproud wordpress comFoto penyelam dengan hiu paus (rhincodon typus) di laut Papua Barat yang menakjubkan ini diambil oleh Hengki Koentjoro dan berhasil masuk dalam daftar finalis Hasselblad Masters Award 2014 untuk kategori underwater.

Hasselbald adalah sebuah kompetisi foto berskala internasional yang mengumpulkan hampir 4.000 entry dari penjuru dunia dan telah merilis daftar finalis kompetisi akbarnya.

Ada 120 finalis yang tersaring dari ribuan karya yang masuk, dimana salah satunya adalah karya fotografer kelahiran Semarang ini.

Untuk mendapatkan foto tersebut, Hengki menghabiskan waktunya di desa Kwatosore, Nabire, Papua.

“Kunci untuk mendapatkan gambar bawah laut adalah tingkat kejernihan air seperti di musim kemarau dimana hujan dapat membuat kejernihan air yang menurun dan cahaya yang cukup di permukaan laut,” ujar pria yang dalam sesi pemotretan ini memakai Canon G10 dan housing Ikelite.

Foto dalam laut karya Hengki itu bukanlah satu-satunya yang berhasil menyita perhatian juri. Ada satu foto lagi yang tak kalah memukaunya.

foto hengki koentjoro di indonesiaproud wordpress comFoto yang berada di kategori Nature/Landscape ini memakai unsur hitam putih, sebuah metode yang sudah dikuasai dengan baik oleh pria yang memang dikenal sebagai fotografer black and white tersebut.

Dalam foto yang diambil di candi Borobudur pada pagi hari itu, lulusan Brooks Institute of Photography, Santa Barbara, California ini mengatakan, ia ingin mendapatkan keindahan yang diselimuti atmosfer bernuansa mistis dan magis.

“Hampir semuanya terjadi secara spontan, karena saya menyukai ‘tersesat’ di sebuah tempat dan menjelajah keindahan alam yang penuh dengan misteri dan tidak terduga, selalu menyegarkan,” tuturnya.

Hengki mengaku selalu datang dengan ekspektasi yang tidak tinggi. Ia hanya mengambil apa yang ditawarkan oleh alam, dan mengaku jarang dikecewakan.

“Di atas air, saya memakai kamera DSLR Canon 5D dan Nikon D700. Untuk setting biasanya saya memakai Manual dengan exposure yg di-underexpose sekitar 1 hingga 2 stops untuk mendapatkan detail di Highlight,” jelasnya mengenai sisi teknis.

Untuk mengubah warna menjadi hitam putih (BW), Hengki memakai Channel mixer tool di Photoshop dilanjutkan dengan memakai contras curves dan level tools untuk menghasilkan atmosfer yang diinginkan.

“Saya mencoba untuk meniru proses kamar gelap di digital post production. Semua ini dikerjakan secara digital menggunakan komputer Apple Imac dengan Software Photoshop dan Lightroom,” imbuhnya.

Menurut Hengki, Hasselblad adalah nama yang ‘keramat’ di dunia kamera, dan kompetisi tersebut sangat penting untuk menjaga eksistensinya di dunia yang sebagian besar pasarnya dikuasai oleh produk buatan Jepang. Bagi kalangan fotografer, kompetisi ini sangat penting karena dampak publikasinya yang sangat tinggi dan luas.

Pria yang mendalami fine art photography tersebut kini tinggal di Indonesia sebagai videografer/editor yang menspesialisasikan dirinya pada nature documentaries dan corporate profiles.

Karya fotografinya sudah diakui dunia lewat berbagai penghargaan dan publikasi media. Pria yang lahir 50 tahun silam ini juga kerap menggelar pameran. Terakhir, pada 9 Januari 2013 lalu, ia menggelar pameran di Tobin Ohashi Gallery, Tokyo, Jepang.

Sumber: inet.detik.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: