Skip to content

Tim Avante UGM Juara Kompetisi International TOTAL Sky Grant

Februari 24, 2013

Tim Avante UGM di indonesiaproud wordpress comTim Pecinta Alam Avante dari Jurusan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mencetak prestasi gemilang dengan berhasil menjadi juara 1 kompetisi internasional TOTAL Sky Grant yang diumumkan 14 Februari lalu.

Kompetisi internasional TOTAL Sky Grant dengan tema “Technological or solar energy projects” ini diselenggarakan oleh perusahaan minyak multinasional TOTAL yang berkantor pusat di Prancis.

Kompetisi ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merancang dan merealisasikan suatu proyek, dalam hal ini bertemakan pemanfaatan energi surya untuk pengangkatan air pada suatu daerah terpencil. Ada 4 kategori yang dilombakan, yaitu Sea Grants, Sky Grants, Land Grants dan Go For It Grants.

Tim Avante dari Fakultas Teknik tersebut terdiri dari Cecep Setiawan (2009), Azmi Husen (2009), Prisma Megantoro (2009), Anastasia Putry (2009), Fajar Anggara (2009) dan Moh. Faza Rosyada (2010). Tim Avante dibimbing oleh dosen Teknik Fisika FT UGM, Rachmawan Budiarto, ST. MT. serta Ahmad Agus Setiawan, Ph.D. sebagai konsultan proyek.

“Tim Avante UGM merupakan satu-satunya tim yang berasal dari Indonesia dan berhasil mengalahkan berbagai tim yang berasal dari berbagai negara di penjuru dunia,” papar Cecep Setiawan.

Pada kompetisi ini, Tim Avante mengusung tema “A New Energy for Karimunjawa” yang berlokasi di kepulauan Karimunjawa. Lokasi ini dipilih atas dasar permasalahan energi yang dialami masyarakat kepulauan Karimunjawa. Cecep mengatakan permasalahan energi di Karimunjawa sangat kompleks.

Suplai energi listrik di sana sangat terbatas sehingga untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari kepulauan Karimunjawa menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Ia mencontohkan untuk mengoperasikan 6 unit PLTD dibutuhkan bahan bakar solar sebanyak 800-900 liter per harinya.

“Selain keterbatasan suplai, harga bahan bakar juga relatif mahal karena proses transportasi yang cukup sulit,” urai Cecep.

Kondisi ini semakin kompleks ketika musim hujan dan badai tiba. Akibatnya, bahan bakar semakin terbatas dan langka karena terhambat masalah transportasi yang terkena badai di laut Jawa.

Melihat permasalahan tersebut tim Avante memilih Kepulauan Karimunjawa sebagai lokasi proyek dan yang dilakukan tim Avante adalah pemanfaatan energi surya untuk mengangkat air. Koordinator tim Rifki Dwi Prabowo mengatakan proyek yang mereka gagas tetap mengacu pada prinsip ramah lingkungan, aman dan sustainable.

Pengangkatan air dengan tenaga surya yang mereka gagas, imbuh Rifki, menggunakan beberapa peralatan seperti pompa DC Submersible, controller MPPT 30 A/12/24, serta 6 panel surya 50 Wp 16,7V. “Airnya sementara disalurkan untuk satu-satunya puskesmas yang ada di Karimunjawa,” paparnya.

Saat ini tim Avante tengah berkoordinasi untuk merencanakan realisasi project, sebagai tindak lanjut dari kompetisi “Team Total-Sky Grants” sekitar bulan Juli-Agustus mendatan.

Sumber: Humas UGM (ugm.ac.id)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: