Skip to content

Lords of Vandaria: Game Web dari Novel Hikayat Indonesia

Februari 27, 2013

Sebuah game platform web bertajuk Lords of Vandaria berhasil mengawinkan hikayat fantasi dari Indonesia dengan pengembang game Toge Productions, yang baru saja menyabet penghargaan game terbaik 2012 di portal Armor Games lewat karyanya Infectonator 2.

Kreator Vandaria Saga, Ami Raditya, menyebut rilis game ini sebagai penegasan IP dari Indonesia untuk mendapatkan pengakuan internasional. “Kolaborasi dengan Toge Productions diharapkan bisa memperkenalkan Vandaria ke kancah internasional,” kata Ami.

Game ini merupakan ekspansi dari intellectual property atau IP Vandaria yang sebelumnya berupa trading card serta novel.  Lords of Vandaria bisa dimainkan di portal Armor Games.

Latar belakang cerita ini adalah kedatangan para manusia setengah dewa, frameless, ke dunia manusia pada 3.000 tahun silam dan menyebabkan penderitaan bagi manusia. Perang besar pun tidak terhindarkan dengan melibatkan kerajaan-kerajaan yang ada saat itu.

Pemain memerankan tokoh bernama Uri Schalbirke, komandan tentara Zur dari Union of Destiny, dengan tujuan membantu tentara Blackmoon melintasi Gorm’s Pass.

Gameplay dari Lords of Vandaria mirip dengan game Toge Productions sebelumnya, seperti Necronator II ataupun Relic of War. Pemain memberikan komando kepada unit pasukan untuk menyerang dan menghancurkan kastil lawan. Selain menyerbu, pemain bisa membangun menara di sepanjang perjalanan untuk menghalau tentara musuh membalas.

Vandaria adalah sebuah hikayat fantasi dengan rentang masa ribuan tahun. Kisahnya bermula dari cerita-cerita pendek karya Ami Raditya pada tahun 2000, lalu dikembangkan dengan sistem shared words. Artinya, cerita-cerita dalam hikayat itu bisa diisi oleh konseptor, penulis, komikus, dan animator lainnya dan karya mereka masih memiliki benang merah kisah yang sama.

Sudah sembilan novel dari hikayat ini yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, yakni Harta Vaeran, Ratu Seribu Tahun, Takdir Elir, Kristalisasi, Hailstorm, Sang Penantang Takdir, Tabir Nalar, Masa Elir, dan Redfang.

Sumber: tekno.kompas.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: