Skip to content

Nailul & Rintya: Siswi SMA Muhammadiyah 1 Babat yang Mengubah Kotoran Sapi Jadi Pewangi Ruangan

Maret 13, 2013

dwi nailul n rintya di indonesiaproud wordpress comLewat karya berupa parfum pengharum ruangan yang dibuat dari kotoran sapi, Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, siswi kelas XI IPA dari SMA Muhammadiyah 1 Babat, Lamongan, Jawa Timur, berhasil meraih juara pertama tingkat nasional pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2013 pada 26-28 Februari lalu.

Atas keberhasilan tersebut, keduanya mewakili Indonesia pada lomba International Environment Project Olympiad (INEPO) 2013 di Istanbul, Turki pada 17-20 Mei 2013.

Penggunaan kotoran sapi sebagai bahan baku merujuk persyaratan panitia INEPO 2013. Ditekankan agar bahan baku harus yang mudah ditemukan di semua negara. Persyaratan tersebut mendukung karya Nailul dan Rintya.

Pada ajang INEPO, Nailul dan Rintya akan beradu karya dengan peserta dari 50 negara. Di antaranya Kanada, Denmark, Finlandia, Jerman, Italia, Portugal, Malaysia, Amerika Serikat, Rusia dan Polandia.

Ide Awalnya

Menurut Rintya, idenya terinspirasi dengan seniman inggris, James Nicholas, yang membuat parfum dari kotorannya sendiri, dengan cara diekstrak. Dari ide tersebut dua siswi tersebut mencoba memanfaatkan limbah kotoran sapi, yang banyak tersedia di sekitar sekolah. Kabupaten Lamongan sendiri pada 2012 memiliki populasi sapi mencapai 116.963 ekor dan kotorannya belum banyak dimanfaatkan.

Untuk menjadikan kotoran sapi menjadi parfum pengharum ruangan memerlukan proses dan tahapan.

Menurut dua siswi ini, bagian tersulit adalah proses fermentasi kotoran sapi dengan ragi atau jamur yang membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari. Setelah itu, kotoran sapi yang sudah di fermentasi di peras dengan bantuan air untuk di ambil ekstraknya.

Proses selanjutnya adalah destilasi atau penyulingan dengan pengapian yang cukup. Hasil destilasi dari ekstrak kotoran sapi selanjutnya  dicampur dengan natrium bicarbonat, dan dimasukkan ke botol kemasan pengharum ruangan.

Parfum pengharum ruangan yang dihasilkan dari kotoran sapi mempunyai aroma bau alami dari tumbuh-tumbuhan yang biasa dimakan oleh sapi.

Dipatenkan

Karya dua siswa tersebut juga sudah diuji coba. Biaya untuk memproduksinya cukup murah, yakni dengan Rp 21.000 dapat menghasilkan kemasan berisi 225 mililiter. Produk pengharum ruangan di pasaran Rp 39.900 untuk kemasan 275 gram.

“Biayanya murah sekali,” kata Nailul pada saat memaparkan karyanya di depan Bupati Lamongan Fadeli, di Guest House Pemerintah Kabupaten Lamongan pada 7 Maret 2013.

Rencananya, hasil karya kedua siswa tersebut akan diajukan untuk mendapatkan hak paten di Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan memfasilitasinya. “Ini karya yang langka,” ujar Mohammad Zamroni, juru bicara Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Sumber: tempo.co, deliknews.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: