Skip to content

Firman Azhari dari STEI ITB Juarai Kompetisi CyberSecurity Asia Pasifik di Singapura

April 1, 2013

firman azhari di indonesiaproud wordpress com

Mahasiswa Indonesia kembali unjuk kemampuan dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, khususnya bidang keamanan komputer. Firman Azhari, mahasiswa S2 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil menjadi juara kompetisi bertajuk CyberSecurity for the Next Generation 2013 wilayah Asia Pasifik di Singapura.

Kompetisi yang digagas Kaspersky ini berlangsung pada 21-23 Maret 2013 di National University of Singapore (NUS). Kaspersky memilih 15 finalis dari Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Iran, dan Afrika Selatan, yang masing-masing mengirim 1 orang finalis. Adapun Malaysia mengirimkan 5 orang finalis sedangkan Filipina mengirim 3 orang finalis.

Para peserta berasal dari berbagai tingkat pendidikan mulai dari sarjana, master, hingga doktor.

Selain menampilkan presentasi dari masing-masing finalis, student conference ini juga menjadi ajang membangun jejaring dan berbagi informasi, karena selain menghadirkan para pakar keamanan digital dari Kaspersky Lab, ajang ini juga menampilkan pakar TI lainnya termasuk dari Interpol dan Kepolisian Singapura.

Kompetisi tersebut dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari peneliti ahli Kaspersky Lab, praktisi TI, serta jurnalis. Penilaian didasarkan pada tingkat keilmiahan dan metodologi, hubungan dan relevansi sosial, tujuan dan analisis materi, nilai inovasi dan kepraktisan, serta penampilan pada saat presentasi.

Harry Cheung, Managing Director, APAC, Kaspersky Lab mengatakan bahwa melalui program ini Kaspersky Lab ingin mencari ide-ide segar dalam hal keamanan cyber dari generasi muda untuk menghadapi kompleksitas dan semakin parahnya kejahatan digital saat ini.

“Seiring meningkatnya ancaman cyber, kebutuhan akan bakat muda yang bisa memberikan ide baru menjadi perhatian penting. Kompetisi ini memungkinkan Kaspersky Lab menemukan pemikir yang bisa menambah pengetahuan melalui input dari berbagai budaya,” jelas Harry.

Karya Firman Azhari yang berjudul ‘Detection of Security Vulnerability in Indonesia NFC Application‘ merupakan sebuah penemuan tentang rapuhnya keamanan pada aplikasi-aplikasi yang menggunakan teknologi near field communication (NFC) sebagai salah satu key technology.

Aplikasi-aplikasi tersebut bervariasi mulai dari pembayaran untuk transportasi publik, hingga akses kontrol untuk gedung-gedung dengan standar keamanan yang tinggi.

“Saat presentasi, saya melakukan demonstrasi untuk memperlihatkan betapa cepat dan mudahnya mendapatkan identitas seseorang menggunakan perangkat Android. Tidak hanya untuk keperluan menyerang, saya juga menawarkan solusi untuk mengatasi orang-orang jahat di sekitar kita,” jelas Firman.

Karyanya tersebut berhasil mengalahkan paper peserta lain, bahkan dinobatkan sebagai The Best Paper.

Atas kemenangannya tersebut, Firman, yang juga menjadi Asisten Peneliti BlackBerry Innovation Center ITB berkesempatan mengikuti Kaspersky’s CyberSecurity for the Next Generation tingkat global.

Di ajang tersebut ia akan diadu melawan para pemenang dari wilayah Amerika, Rusia, dan Eropa pada Juni 2013 nanti di Royal Holloway, University of London.

Sumber: inet.detik.com

2 Komentar leave one →
  1. tarrence permalink
    Juli 4, 2013 11:35 am

    bravo firman, salute

  2. Ahmad jamiludin. permalink
    Juli 2, 2014 11:35 am

    Bang firman apa modal utama nya dalam ilmu teknologi informatika. Thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: