Skip to content

LSA: Pesawat LAPAN Untuk Validasi Data Satelit

April 23, 2013

pesawat Lapan Surveillance Aircraft (LSA) di indonesiaproud wordpress comLembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Dirjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan pada 22 April 2013 mendatangani kesepakatan bersama tentang pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan di Balai Pertemuan Dirgantara Kantor Pusat Lapan, Jakarta Timur.

Dalam kerjasama tersebut Lapan akan menyerahkan pengoperasian dan perawatan pesawat udara, Lapan Surveillance Aircraft (LSA) kepada Kemenhub.

 “Pesawat ini sarana awal dan bagi Indonesia menjadi pesawat yang sangat penting karena dilengkapi dengan sistem navigasi modern dalam kegiatan surveillance (pengawasan),” ujar Kepala Lapan, Bambang S. Tejasukmana.

Bambang menjelaskan proses pra perancangan LSA dilakukan pada 2012 lalu. Pada 2013 pesawat ini mulai dibuat dan mengikuti serangkaian uji coba. Pihak TNI AU, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) pun pernah menggunakan sistem pengindraan jarak jauh dari pesawat ini untuk melihat hasil uji coba rudal maupun pemotretan lokasi bencana.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Rika Andiarti menambahkan bahwa pesawat ini sangat jarang di Indonesia. Tujuan pembuatannya tidak lain untuk melengkapi kekurangan dalam akuisisi data dari satelit.

“Fungsinya verifikasi dan validasi. Satelite sudah melakukan pemotretan tapi kita perlu data lapangan lagi, benar gak sih yang dipotret satelite untuk itu kita perlu pesawat LSA, pesawat yang dilengkapi sensor kamera,” jelasnya.

LSA merupakan pesawat berawak dengan terbangnya antara 8 sampai 20 jam dengan kapasitas angkutan mencapai 160 Kilogram. “Satu sayap pesawat mempunyai beban 80 kg jadi kalau dua 160 kg,” pungkasnya.

Rika mengatakan bahwa untuk membuat pesawat LSA pihaknya berkerja sama dengan Technical Universty Berlin. Semua bagian pesawat bahkan dibuat di Jerman.

“Pada awal tahun ini dibuat ada teman-teman kami disana. Kita berharap teman-teman yang disana bisa sampai diploma, S2 dan S3 hingga bisa buat pesawat ini,” ujarnya.

Akan Diproduksi Massal

Kepala Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti mengatakan bahwa pesawat udara LAPAN Surveillance Aircraft (LSA) akan diproduksi secara masal di Indonesia jika sudah memenuhi standar sertifikasi penerbangan.

“Mungkian akan diproduksi massal di Indonesia. Hasil produksi itu harus mendapat sertifikasi layak terbang. Kami siap dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan,” jelas Herry.

Dia menjelaskan bahwa tipikal pesawat pengindraan jarak jauh ini memang sangat dibutuhkan oleh Indonesia khususnya untuk memantau dan memotret secara jelas setiap kejadian yang tidak dapat dipantau oleh manusia.

Bahkan pesawat ini juga digunakan untuk melihat hasil uji coba rudal TNI AU. “Di negara maju seperti Amerika dan Eropa, jenis surveillance ini sudah digunakan dan dikembangkan. Kami siap operasi dan perawatannya,” ujarnya.

Sumber: GatraNews.com (23/4/2913)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: