Skip to content

Batu Fosil Lebak Banten Mendunia

Mei 1, 2013

batu fosil lebak di indonesiaproud wordpress comIndonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, diantaranya adalah bebatuan dan mineral. Salah satu bebatuan Indonesia yang diminati dunia intersional adalah batu fosil dari Lebak, Banten.

Kepala Disperindag Kabupaten Lebak, Wawan Kuswandi, mengatakan bahwa produksi batu fosil hasil kerajinan daerahnya sudah mendunia bersamaan dengan terus meningkatnya permintaan konsumen internasional.

“Kami menerima laporan dari perajin bahwa batu fosil asli Lebak mampu menembus pasar Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea, Timur Tengah, dan Asean,” kata Wawan.

Batu fosil Lebak berasal dari aneka jenis pohon yang usianya berjuta tahun hingga menjadi bebatuan dan memiliki nilai seni tersendiri oleh karenanya tidak heran jika batu fosil Lebak diminati pasar mancanegara dan telah mendunia.

“Saya kira batu fosil lebih baik dibandingkan dengan negara lain karena usia batu itu mencapai jutaan tahun,” katanya. “Batu fosil Lebak memiliki keunggulan, selain memiliki seni cukup tinggi juga warnanya sangat alami,” ujar Wawan menjelaskan.

Para perajin menjual ke luar negeri melalui agen perusahaan eksportir di Jakarta. Namun ada juga warga asing yang langsung mendatangi lokasi kerajinan untuk memesan dan membelinya sesuai dengan keinginan mereka.

Selain itu juga ada beberapa kolektor dari negara tertentu, seperti Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan Jepang memesan dengan pengiriman paket.

Pemerintah daerah terus mendorong perajin batu fosil agar berkembang dan bertahan juga dapat meningkatkan produksi karena bisa menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga terus melakukan promosi untuk memperkenalkan kerajinan batu fosil tersebut.

Selama ini, jumlah perajin batu fosil tercatat 16 unit usaha dan nilai investasi sekitar Rp15 miliar dengan produksi 4.125 ton per tahun. Para perajin batu fosil tersebar di Kecamatan Sajira, Rangkasbitung, Cimarga, Maja, Cipanas dan Curugbitung.

Warga setiap hari menjualnya ke sejumlah perajin dengan kisaran antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

Sumber: antaranews.com (29/4/13)

One Comment leave one →
  1. Mei 8, 2013 11:35 pm

    Bangga jadi orang Lebak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: