Skip to content

Linus Nara Pradhana: Siswa SMP Penemu Helm Berpendingin & Antigegar Otak

Mei 20, 2013

linus nara pradhana di inddonesiaproud wordpress comSejak usia 8 tahun, Linus Nara Pradhana mulai menyenangi dunia penelitian. Bagi siswa kelas VIII SMP Kristen Petra 5 Surabaya ini, eksperimen menjadi semacam arena bermain dan belajar. Tak heran jika ia kini meraih berbagai penghargaan berkat penemuannya.

Penemuan Nara yang berhasil menyabet prestasi internasional adalah helm berpendingin (gel-coated helmet) yang menyabet medali emas dalam International Exhibition for Young Inventors, di Bangkok, Thailand tahun 2012.

Siswa kelahiran Sidoarjo, 7 April 1999 ini berhasil mengungguli 261 peserta lain dari seluruh penjuru dunia. Helm temuannya dinilai sederhana, tetapi memiliki manfaat besar dan aplikasinya cukup mudah.

”Awalnya ada yang meragukan kalau (helm) itu buatan saya, tapi ada juga yang mendukung,” ujar Finalis National Young Inventor Award, 2011 ini.

Nara awalnya menciptakan helm bertempurung yang diisi air. Karena cepat menguap, helm ini lalu disempurnakan dengan menggunakan gel sodium polyacrylate (dapat ditemukan dalam popok bayi) yang diletakkan di atas tempurung helm dan dapat menampung air berkapasitas 100 mililiter.

Dengan kandungan air itu, helm berpendingin ini dapat menurunkan suhu di dalam helm hingga 21 persen. Hasil kerja keras ini pun akhirnya dipatenkan dan membuat produsen helm, PT Sentral Bahana Ekatama (SBE), tertarik memproduksinya secara massal.

Ingin tahu

Di luar kegiatan eksperimen, keseharian Nara tak jauh berbeda dari teman sebayanya. Di sekolah, anak berambut pendek ini adalah sosok yang riang dan memiliki banyak teman.

Di antara teman sekelasnya, Nara bukanlah siswa dengan prestasi akademis yang menonjol. Namun, ia dikenal memiliki rasa ingin tahu yang besar. ”Nara paling sering tanya sama guru, terutama kalau mata pelajaran yang hafalan,” kata Daniel Marcel, teman sekelas Nara.

Sepulang sekolah, Nara mengikuti les mata pelajaran Matematika dan Fisika selama 1,5 jam setiap Senin-Jumat. Sisanya, Nara lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk belajar, membaca buku, dan menonton program dokumenter di televisi.

Didasari rasa ingin tahunya yang besar, Nara senang mengutak-atik benda elektronik yang ada di rumah. ”Dia memang usil, suka bongkar-pasang barang,” kata Florentina Rinawati, sang ibu. Selain itu, Nara juga kerap melontarkan bermacam ide kepada orangtuanya.

Ide-ide ”nyeleneh” Nara justru berawal dari hal sederhana. Saat menciptakan helm berpendingin, misalnya, gagasan Nara itu muncul karena dia merasa iba terhadap ayahnya, Gunawan Siswoyo, yang kerap kepanasan saat mengendarai sepeda motor pada siang hari.

Dengan bantuan sang ayah, Nara kemudian mencari tahu formula yang cocok dan mencobanya berulang-ulang hingga akhirnya berhasil menemukan helm berpendingin dengan bahan gel sodium polyacrylate tersebut.

Gunawan berperan cukup besar di balik berbagai penemuan Nara. Hampir 30 tahun Gunawan menjadi guru mata pelajaran karya ilmiah sekaligus elektro di SMP Kristen Petra 3.

”Ide awal selalu dari Nara. Saya hanya membantu mengarahkan untuk mewujudkan ide-idenya itu,” ucap sang ayah.

Penemuan terbaru

Inovasi Nara yang terbaru adalah helm pencegah gegar otak yang merupakan pengembangan dari helm berpendingin. Hasil kreasi Nara ini mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO), akhir Februari lalu.

Nara membutuhkan waktu 5 bulan untuk merealisasikan idenya, helm bernama Cool Impact tersebut. Dengan bantuan Gunawan, Nara melakukan penelitian di laboratorium SMP Kristen Petra 5, kantor PT Sentral Bahana Ekatama, dan Balai Konsultasi Industri.

Sistem pendingin yang menjadi kunci pencegah gegar otak di dalam helm ini terletak pada serbuk dan cairan kimia yang tercampur saat benturan terjadi. Cairan kimia terletak di dalam bungkus plastik berbeda dengan serbuk berwarna merah muda yang menyerupai garam tersebut.

Setelah cairan dan serbuk kimia ini bercampur, terjadi reaksi endotermik sehingga suhu di dalam helm yang tadinya 32,2 derajat celsius dapat turun mencapai 11,5 derajat celsius. Cairan dingin yang terdapat di dalam bantalan helm berfungsi menjadi pengompres kepala.

”Suhu dingin di dalam helm ini hanya dapat bertahan selama 25 menit, makanya sifatnya hanya sebagai pertolongan pertama,” ujar Nara yang menolak menyebutkan nama cairan dan serbuk kimia itu karena terikat kontrak dengan PT Sentral Bahana Ekatama.

Helm Cool Impact itu kini dalam proses dipatenkan dan juga akan diproduksi massal. Helm gagasan Nara ini dinamai Naravation oleh manajemen PT Sentral Bahana Ekatama.

Ingin jadi pilot

Selain helm berpendingin dan antigegar otak, terdapat pula 8 penemuan Nara lainnya dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Beberapa alat itu, antara lain, alat pemotong apel, keranjang sampah untuk menghasilkan pupuk cair, urinoir harum tanpa air, dan biodiesel dari tanaman ketapang.

Meski senang bereksperimen, Nara justru bercita-cita menjadi pilot. Dia memiliki ketertarikan cukup besar terhadap pesawat dan dunia aviasi. Di sela-sela waktu belajarnya, bocah kecil ini menyempatkan diri membaca literatur ilmiah soal pesawat terbang, majalah Angkasa, atau bahkan cerita pembuatan pesawat.

”Bacaan yang paling saya senang adalah buku mengenai cara kerja pesawat untuk terbang,” kata Nara yang memiliki 12 miniatur pesawat terbang dari jenis Boeing hingga Airbus.

Sumber: kompas.com (20/5/13)

One Comment leave one →
  1. Mei 9, 2014 11:35 am

    Tingkatkan penemuan mu tman sy ikut do,akan smga kmu dpt memimpi ngara kta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: