Skip to content

InaSAFE Karya BNPB Raih Penghargaan Open Source Rookie of The Year 2012

Juni 8, 2013

Perangkat lunak berbasis open source untuk perkiraan dampak bencana secara cepat buatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diberi nama Indonesia Scenario Assessment for Emergencies (InaSAFE) meraih penghargaan Open Source Rookie of The Year 2012 dari Black Duck. InaSAFE meraih penghargaan tersebut bersama Yahoo dan Microsoft.

“Ini merupakan salah satu capaian besar bahwa InaSAFE sejajar dengan produk-produk perusahaan multinasional seperti Microsoft dan Yahoo,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB.

Setiap tahun Black Duck  berbasis di Massachusetts AS, melakukan pemantauan terhadap proyek pengembangan perangkat lunak di seluruh dunia dan melakukan penilaian. Kriteria tersebut diantaranya inovasi.

InaSAFE dikembangkan oleh BNPB bersama Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Word Bank, sejak 2011 hingga sekarang. InaSAFE meraih penghargaan karena dinilai inovatif  dengan memadukan teknologi, ilmu pengetahuan dan pengetahuan praktis dalam penanganan bencana.

Perangkat lunak ini difokuskan untuk menilai secara rinci, dampak bencana yang akan terjadi pada sektor-sektor tertentu, misalnya lokasi sekolah dasar dan perkiraan jumlah peserta didik yang terkena tsunami.

indonesiaproud wordpress comPersiapan menghadapi bencana yang efektif perlu melibatkan  banyak lintas sektor untuk bekerja sama dan berbagi pengalaman, keahlian, dan sumber daya. InaSAFE  menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti data yang ada dari berbagai kementerian, lembaga, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. InaSAFE juga dapat menggunakan data open source yang sudah tersedia di internet, namun masih ada kendala.

Untuk mengatasi masalah ini, tim InaSAFE mengajak kerja sama dengan Universitas setempat, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk membuat peta daerah masing-masing.

Agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh berbagai kalangan baik di Indonesia atau negara lain maka InaSAFE dikembangkan dengan basis software open source dengan lisensi GPL. InaSAFE adalah proyek Python dibangun di atas proyek QuantumGIS (QGIS) sebagai plugin QGIS.

Ia dirancang sebagai platform extensible yang dapat digunakan untuk menilai dampak dari setiap jenis bencana didukung oleh data populasi geografis dari hampir semua geografi.

Penggunaan pemetaan berbasis masyarakat dalam InaSAFE ternyata sangat efektif. Misalnya untuk memetakan daerah rawan banjir Jakarta beserta batas-batas administrasi hingga batas RW, jumlah bangunan yang terdampak dan sebagainya hanya memerlukan 2 minggu. Pihak yang memetakan adalah lurah dan aparat kelurahan yang memahami kondisi lapangan setelah melalui pelatihan dan pendampingan.

BNPB diminta melatihkan InaSAFE ke negara-negara lain, seperti Philipina, negara-negara di kawasan ASEAN, Afrika, Pasifik dan sebagainya.

 “Tentu ini menjadi salah satu kebanggaan, sekaligus tantangan bagi kita untuk selalu menjadi lebih baik,” ujar Sutopo.

Sumber: rri.co.id (10/5/13)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: