Skip to content

Faster System: Kasir Masa Depan Karya Siswa SMAN 3 Semarang yang Raih Juara Infomatrix di Rumania

Juni 18, 2013

Kesal mengantri di kasir sebuah pusat perbelanjaan, Muhammad Muhlas Abror (15) dan Fadhil Imam Kurnia (14) mendapat ide cemerlang, yakni membuat perangkat lunak yang jika dipadukan dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) bisa mempercepat proses pembayaran di kasir.

”Waktu itu kami hanya beli dua wafer, tetapi antrenya hampir satu jam karena banyaknya belanjaan orang lain yang harus dipindai satu per satu,” kata Muhlas.

Kedua siswa SMA Negeri 3 Semarang, Jawa Tengah, tersebut kemudian membuat peranti lunak yang dinamakan Faster System. Sistem ini memungkinkan sejumlah barang belanjaan dipindai dalam hitungan detik dan dihitung harganya dengan cepat.

Dengan temuan itu, mereka menyabet emas di ajang Infomatrix, Rumania, pada 16-20 Mei 2013. Para juri menyebut inovasi mereka sebagai gambaran supermarket masa depan.

Radio Frequency Identification (RFID) merupakan teknologi nirkabel yang sudah lama, tapi belum banyak diterapkan di Indonesia. Teknologi ini akan digunakan untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi, dengan memasang cip di mulut tangki kendaraan. Sistem ini menggunakan gelombang radio yang menangkap sinyal dalam cip, kemudian membacanya.

Kekuatan sensor pembaca RFID bervariasi, mulai dari jarak 10 sentimeter hingga 10 meter. Pada radius tertentu, cip memancarkan sinyal yang ditangkap pembaca RFID. Barang-barang yang disisipi cip dapat dibaca dalam waktu bersamaan.

Teknologi RFID disandingkan dengan Faster System, program kasir untuk menghitung jumlah belanjaan di supermarket yang dibuat Muhlas dan Fadhil. Mereka memanfaatkan Visual Basic dan Microsoft Access untuk membuat program dan menghubungkan dengan RFID yang berfungsi sebagai sensor.

Semua barang yang disisipi cip dapat dideteksi RFID. Cip berfungsi seperti kode batang (barcode). Bedanya, kode batang hanya dapat dibaca alat sensor jika didekatkan satu per satu. Adapun barang yang diberi cip bisa dideteksi RFID secara bersamaan.

Dalam simulasi, barang-barang yang diberi cip dan ditaruh dalam keranjang belanjaan, dilewatkan alat sensor pada jarak tertentu. Dalam waktu satu detik, lima macam barang terkalkulasi di Faster System. Radius antara barang dan alat sensor bervariasi, bergantung besar-kecilnya RFID.

”Kasir tinggal menerima uang dan memberi uang kembalian. Belanja satu barang dengan belanja satu keranjang penuh, waktunya sama, tidak ada lagi antrean panjang,” ujar Muhlas.

Saat ini, kata Fadhil, harga cip masih mahal jika dibeli eceran. Harga sebuah kartu yang mengandung cip Rp 12.500. ”Jika diproduksi massal, harganya bisa sangat murah, Rp 5. Bentuknya seperti stiker, mirip barcode,” kata Fadhil.

Sama seperti saat menghitung belanjaan, saat memasukkan data harga, barang melalui proses sama, dipindai dengan RFID. Setiap barang memiliki kode yang dilengkapi dengan harga per satuan dan dimasukkan dalam Faster System.

Sumber: kompas.com (15/6/13)

One Comment leave one →
  1. Juni 19, 2013 11:35 am

    Reblogged this on dediwiyanto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: