Skip to content

Adegan: Aplikasi Data Akademik Karya Siswa SMA 3 Semarang yang Raih Juara di Ajang E-Biko, Turki

Juni 30, 2013

Implementasi sistem moving class atau berpindah kelas pada setiap pergantian mata pelajaran terkadang membuat siswa lupa harus menuju ke ruang apa selanjutnya. Terinspirasi dari masalah tersebut, dua siswa SMA 3 Semarang, yaitu Naufa Hanif dan Taufiq Adi Wijoyo, menciptakan aplikasi dengan nama Aplikasi Data Akademik Ganesha atau Adegan.

Adegan mencoba memberikan solusi kepada warga sekolah, yakni siswa, guru, dan karyawan perihal pembelajaran di almamater tersebut. Tidak hanya memberi solusi, aplikasi ini juga berhasil meraih sejumlah penghargaan di beberapa kompetisi.

Di awal tahun 2013, Adegan mendapat medali perak pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) dan belum lama ini aplikasi itu juga meraih medali perak di ajang E-Biko Turki pada 17 Maret lalu.

Naufa mengatakan bahwa ide berawal dari banyaknya pengguna ponsel pintar. Di SMA Negeri 3 Semarang, misalnya, setidaknya 70 persen siswa dan guru menggunakan ponsel pintar. Namun, banyak yang belum memanfaatkan kecanggihan ponsel pintar itu untuk dunia pendidikan.

Di sisi lain, kegiatan di sekolah sangat banyak sehingga kesibukan guru dan siswa luar biasa. Karena itu, dibutuhkan sarana komunikasi yang dapat menunjang seluruh kegiatan belajar-mengajar, penyebaran informasi, serta diskusi interaktif yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Adegan dibuat dengan memanfaatkan program Apps Builder, sistem untuk membuat aplikasi di ponsel pintar dengan basis Android. Setelah itu, aplikasi dipublikasikan di Apps store dan dapat digunakan di ponsel dengan sistem operasi Android, iOS, dan Windows Live. Naufa dan Taufiq pernah mencoba untuk BlackBerry, tetapi tidak bisa. BlackBerry memiliki jaringan tersendiri dan membutuhkan lisensi tertentu.

adegan di indonesiaproud wordpress comAplikasi ini berisi seluruh data akademik sekolah yang dapat diterapkan di peranti teknologi mulai smartphone hingga tablet layar sentuh. ‘’Kelebihannya terdapat banyak fitur yang mendukung proses belajar-mengajar di SMA 3 Semarang. Di antaranya materi pelajaran agar siswa dapat belajar di mana saja, tugas-tugas dari guru, dan jadwal pelajaran di setiap kelas,’’ ungkap Naufa, siswa kelas XI IPA 7.

Keunggulan lain dari aplikasi tersebut, adalah  terdapat edu chat sehingga antarguru, siswa, dan orang tua dapat berkomunikasi membicarakan informasi tentang sekolah. ‘’Ya, seperti forum diskusi, tapi dalam dunia maya dan yang dibicarakan khusus tentang masalah pendidikan,’’ kata Taufiq, siswa kelas XI IPA 9. Saat berkompetisi di ajang E-Biko, aplikasi ini membuat para juri tertarik, karena menurut mereka baru pertama kali ada aplikasi akademik untuk sekolah yang dapat digunakan di smartphone.

Dua siswa itu berharap Adegan dapat diterapkan di SMA 3 Semarang agar seluruh siswa dan guru dapat selalu berkomunikasi, meski berjauhan. Naufan dan Taufiq akan menyempurnakan aplikasi Adegan agar memiliki fitur yang lebih lengkap.

Guru pengajar Teknologi Informasi SMA Negeri 3 Semarang Sri Mulyani mengatakan, para siswa membutuhkan pendampingan setiap saat sehingga guru harus selalu siap ketika dibutuhkan. ”Anak-anak usia remaja kalau sedang punya ide tetapi tidak bisa mengutarakannya, bisa hilang begitu saja. Karena itu, saat mereka punya ide, guru harus masuk dan memberi pendampingan mengenai apa saja yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Sumber: suaramerdeka.com (18/6/13), kompas.com (15/6/13)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: