Skip to content

Dengan Makanan Suplemen Penderita AIDS, Mahasiswa IPB Juara Kompetisi Teknologi Pangan Internasional IFT di Chicago, AS

Juli 19, 2013

tim IPB di indonesiaproud wordpress comDua tim mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB),  tim “Masoca-Ball” dan “Sweepo,” berhasil menjadi juara ke-2 dan ke-3 dalam kompetisi teknologi pangan internasional, The Institute of Food Technologists (IFT) yang berlangsung di McCormick Place, Chicago pada 13-16 Juli 2013.

Acara tersebut diorganisir oleh IFT Student Associations (IFTSA) dan bertajuk “Developing Solutions for Developing Countries (DSDC)”.

Tim “Masoca-Ball” dan tim “Sweepo” yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir program sarjana IPB terpilih sebagai finalis bersama dengan tim Universiti Putra Malaysia setelah menyisihkan lebih kurang 36 peserta dari seluruh dunia.

Para finalis tersebut diundang untuk mempresentasikan proposalnya dihadapan enam orang dewan juri yang merupakan ilmuwan dan praktisi teknologi pangan terkemuka di dunia beserta para pengunjung IFT 2013 di McCormick Place, Chicago.

Kompetisi DSDC 2013 mengambil tema “Develop food products to be given as supplements to address malnourishment at HIV relief clinics across developing countries”. Untuk tema ini, pemenang ke-2 yaitu tim “Masoca-Ball” yang terdiri atas Ardiyansah Mallega, Stella Denissa dan Alviane Leonita.

IFT Annual Forum and Food Expo di indonesiaproud wordpress comMereka mengusulkan produk baru “MASOCA-Ball” –a sweet snack ball- yang terbuat dari sumber pangan yang banyak tersedia di negara bagian Benue, Nigeria, seperti kacang-kacangan, jagung dan wortel, sebagai alternatif suplemen makanan bernutrisi tinggi bagi penderita AIDS di Nigeria.

Sedangkan tim Sweepo yang terdiri dari Veni Issani, Cynthia, dan Jian Septian, mempresentasikan makalah berjudul “Sweepo: a nutrious sweet potato biscuit product for children with AIDS in Papua Indonesia” yang merupakan produk biskuit olahan ubi jalar untuk suplemen makanan bagi anak-anak penderita AIDS di Papua.

Mengulang Keberhasilan

Keberhasilan kedua tim mahasiswa IPB tersebut mengulang keberhasilan pada final kompetisi DSDC-IFTSA sejak diselenggarakan pertama kali pada 2009 di California, Amerika Serikat. Pada kompetisi yang sama 2012 di Las Vegas, dua tim mahasiswa IPB juga berhasil keluar sebagai pemenang ke-2 dan ke-3.

Pada 2011 di New Orleans, tim mahasiswa Indonesia dari Universitas Brawijaya berhasil keluar sebagai pemenang pertama, sedangkan pada 2010 di Chicago, tiga tim Indonesia yang berasal dari IPB dan Universitas Brawijaya berhasil menciptakan “All-Indonesian final” dan menjadi pemenang kompetisi DSDC saat itu.

Pada rangkaian IFT 2013 di atas, juga tidak kalah membanggakan, Wisiani Wijaya, mahasiswa asal Indonesia lulusan University of Massachussets Amherst, berhasil memenangkan kompetisi kategori Undergraduate Research Competition-IFTSA dengan menyisihkan para peserta lainnya yang berasal dari berbagai universitas terkemuka di Amerika Serikat.

IFT merupakan organisasi yang dibentuk pada tahun 1939 oleh sekumpulan ilmuwan dan profesional di bidang ilmu dan teknologi pangan dengan kantor pusat di Chicago. Hingga saat ini, keanggotaan IFT terdiri ilmuwan/profesional dari berbagai disiplin terkait ilmu dan teknologi pangan yang berasal lebih dari 100 negara.

IFT bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide di antara anggotanya termasuk penyelenggaraan forum diskusi, seminar dan pameran seperti Annual Meeting and Food Expo 2013 serta mendorong penelitian di bidang teknologi pangan termasuk dalam produksi dan distribusi pangan.

Sumber: kemlu.go.id, news.detik.com (17/7/13)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: