Skip to content

Tim ASIOP Apacinti Jadi Runner-up Gothia Cup 2013 di Swedia

Juli 24, 2013
ASIOP Apacinti di indonesiaproud wordpress com

M Firman (Duduk paling kiri) bersama para pemain ASIOP Apacinti tiba kembali di Jakarta di Bandara Soekarno Hatta, Senin (22/7).

Tim ASIOP Apacinti, yang turun di kelompok umur 14 tahun, harus puas dengan predikat runner-up di kejuaraan Gothia Cup setelah di babak final kalah adu penalti dengan tim Slovenia, NK KRSKO, di Gothia Arena, Gothenberg, Swedia pada 20 Juli 2013.

Hingga waktu normal 2×25 menit berakhir, kedua tim tak mampu menciptakan gol. Untuk menentukan pemenang, adu penalti pun dilakukan. Dua eksekutor ASIOP Apacinti, yaitu Rizky Wahyudi dan Reza M Ilham gagal menjalankan tugasnya.

Tiga penendang yang berhasil adalah Fafa M Zuhud, Azwar Ferdy Kurniawan, dan Rizky Aprilia Wibisono. Sementara itu, empat algojo NK KRSKO yakni David Kovacte, Vid Goricar, Miha Mirt, dan Miha Kerin sukses menjebol gawang ASIOP Apacinti. Dengan demikian, ASIOP Apacinti kalah 3-4 dan menjadi runner-up.

Prestasi ASIOP Apacinti. tidak mengecewakan. Mulai dari babak penyisihan grup, ”Garuda Muda” menundukkan lawan-lawannya, yaitu US Chantily (Amerika Serikat) dengan skor 3-0, IF Brommapojkarna (Swedia) 3-0, dan Sandakerns Sorfors (Swedia) 7-0.

Selanjutnya, tim ASIOP SKF melibas dua tim Swedia, Djugardens IF (11-0) dan Skiljebo SK (1-0). Di babak perdelapan final (16 besar), ASIOP SKF mengalahkan BK Hacken 2 (Swedia) 2-0. Pada perempat final, Firman dan kawan-kawan mengalahkan Spanga IS FK (Swedia) 1-0, dilanjutkan dengan laga semifinal melawan Dallas Texans (AS) dengan skor tipis 1-0.

Sampai babak final melawan NK KRSKO (Slovenia), ASIOP SKF masih tangguh karena mampu bermain seri 0-0. Pemenang pun harus ditentukan melalui adu penalti. Di sinilah ASIOP SKF kurang beruntung,

Pemain Terbaik

muhammad firman di indonesiaproud wordpress comMeski gagal mengantarkan ASIOP Apacinti menjadi juara, Muhammad Firman berhasil pulang dengan kepala tegak. Firman yang mencetak delapan gol sepanjang turnamen dinobatkan sebagai pemain terbaik. “Saya tidak menyangka bisa menjadi pemain terbaik. Sudah pasti saya bahagia,” tutur Firman.

Keberhasilan Firman menjadi pemain terbaik juga tidak lepas dari doa kedua orang tuanya. Sebelum berangkat ke Swedia pertengahan Juli silam, kedua orang tua Firman berpesan untuk rajin sholat, membaca Al Quran, rajin berdoa, berlatih, dan bekerja keras.

“Saya selalu kontak orang tua di Semarang. Saya minta doa supaya bisa memenangkan pertandingan. Saya juga cerita kalau dipilih sebagai pemain terbaik. Mereka cuma bilang Alhamdulillah,” ungkap Firman.

Sumber: sport.detik.com (20/7/13) tribunnews.com (22/7/13) bola.kompas.com (2/8/13)

One Comment leave one →
  1. Juli 24, 2013 11:35 pm

    Saya turut bangga atas prestasi yang diraih ini. Smoga tim Indonesia menjadi yang terbaik berikutnya dan juara diberbagai event.
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: