Skip to content

Siswa SMAN 10 Malang Ciptakan Reaktor Multifungsi & Raih Special Award di Genius Olympiad 2013, New York AS

Juli 29, 2013

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Atas penemuan reaktor multifungsi bernama B Interconnected Reactor, Edwin Luthfi Saputra dan Steavanny, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Malang berhasil menyabet special award dan medali perunggu dalam Genius Olympiad 2013: International High School Project Fair on Environment yang berlangsung di Oswego, New York, Amerika Serikat pada 16-21 Juni 2013.

“Hanya kita dan Hongkong yang meraih special award,” kata Edwin (8/7). Mereka bersaing dengan 325 peserta dari 58 negara. Baterai bekas diubah menjadi kristal mineral yang berguna untuk pupuk, suplemen makanan ternak, dan penjernih air. Peralatan yang dirancang selama lima bulan ini menarik perhatian dewan juri, karena seluruh proses tanpa menggunakan bahan bakar fosil.

Menurut Stevanny B-Interconected Reactor ini tidak perlu menggunakan banyak biaya karena bahan yang digunakan adalah sampah. Selain itu, energi yang digunakan pun tidak tinggi karena didapatkan dari sistem, sedangkan pengelolaan baterai dengan sistem lain masih memerlukan energi tinggi.

Mereka menciptakan sebuah reaktor kedap udara yang terbuat dari tabung plastik berdiameter sekitar 20 sentimeter, pompa, manometer, empat tabung kaca, dan gelas plastik. Peralatan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 ribu. “Alat ada di sekitar kita, mudah, dan murah,” kata Edwin.

Proses kerja alat itu adalah komponen baterai zink sulfat yang dimasukkan di dalam tabung bereaksi dengan asam hingga menghasilkan kristal mineral dan hidrogen. Setiap 120 mililiter asam menghasilkan hidrogen yang cukup untuk proses selama 10 menit. Hidrogen yang dihasilkan digunakan untuk proses lanjutan berupa pemanasan yang menghasilkan kristal dari tabung gelas.

“Sehingga bahan bakar diproduksi oleh sistem reaktor ini,” kata Steavanny. Kristal mineral yang dihasilkan telah diuji coba untuk pupuk tanaman. Hasilnya, pertumbuhan tanaman lebih cepat. Alat ini juga dikembangkan untuk penjernih air. Kotoran terikat dan mengendap di bawah permukaan air. Selain itu, fungsi sebagai suplemen makanan ternak juga menunjukkan hasil, kotoran ternak memiliki kandungan gas metana yang rendah, sehingga tak merusak lapisan ozon.

Keikutsertaan kedua siswa ini diawali dari Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2012. Dengan temuan peralatan ini, mereka meraih juara dua dan berhak mengikuti lomba internasional High School Environment Project Olympiad. Steavanny berharap, peralatan ini dikembangkan menjadi produk skala besar. “Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sumber: tempo.co (8/7/13), mediacenter.malangkota.go.id (6/6/13)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: