Skip to content

Indonesia Terpilih Jadi Presiden Konferensi Traktat Pelarangan Uji Coba Nuklir PBB

Oktober 1, 2013

Keberadaan Indonesia di kancah politik internasional telah diakui dunia. Salah satunya ditandai dengan terpilihnya Menlu RI, Marty Natalegawa bersama Menlu Hongaria, Janos Martonyi, sebagai Presiden bersama Conference on Facilitating the Entry into Force of the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty (CTBT ) atau Konferensi Traktat Pelarangan Uji Coba Senjata Nuklir pada Sidang ke-8 yang berlangsung 27 September 2013 di Markas Besar PBB, New York, AS.

Konferensi tersebut bertujuan untuk menentukan langkah-langkah ke depan guna mempercepat pemberlakuan CTBT, termasuk dengan terus mendorong kedelapan negara Annex 2 yang belum melakukannya untuk meratifikasi CTBT. Tanpa ratifikasi seluruh negara Annex 2, CTBT tidak dapat diberlakukan.

Sebagai Presiden bersama Konferensi, Indonesia dan Hongaria mempunyai tugas  mengkoordinasikan upaya-upaya internasional dalam mewujudkan pemberlakukan CTBT. Pada Konferensi tersebut Menlu RI menyerukan delapan negara Annex 2 dimaksud untuk  melakukan ratifikasi CTBT tanpa perlu saling menunggu, demi segera  terwujudnya pemberlakuan CTBT.

“Berlakunya CTBT merupakan milestone  dalam mewujudkan  sebuah dunia bebas dari senjata nuklir,” ujar Marty Natalegawa.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan  langkah bersama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi international untuk meningkatkan pemahaman mengenai tujuan-tujuan CTBT dan  pentingnya pemberlakuan Traktat tersebut.” lanjut Marty.

Dalam konferensi telah disahkan Final Declaration and Measures to Promote the Entry into Force of the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty, yang menegaskan kembali komitmen negara-negara untuk mendorong pemberlakuan CTBT dengan segera.

Selain itu, Deklarasi juga menentukan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk mendukung  pembentukan Group of Eminent Persons (GEM) yang akan membantu upaya mempromosikan CTBT khususnya di delapan negara Annex 2 yang belum melakukan ratifikasi, yakni  AS, China, India, Pakistan, Israel, Korea Utara, Iran, dan Mesir.

Sumber: kemlu.go.id (29/9/2013)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: