Skip to content

Linda Christanty Terima SEA Write Award 2013 di Bangkok, Thailand

Oktober 17, 2013

linda christanty di indonesiaproud wordpress comPenulis dan jurnalis Indonesia, Linda Christanty lewat kumpulan cerpennya, Seekor Anjing Mati di Bala Murghab, menerima penghargaan Southeast Asian Writers Award atau SEA Write Award 2013 bersama sejumlah penulis dari kawasan Asia Tenggara di Bangkok, Thailand pada 14 Oktober 2013.

The SEA Write Award adalah sebuah penghargaan tahunan yang diberikan sejak tahun 1979 kepada sejumlah penyair dan penulis berprestasi di Asia Tenggara,

Bersama Linda, penulis lain yang menerima penghargaan tersebut adalah Haji Hasri Haji, Sok Chanphal, Soukhee Norasilp, Mohamed Ghozali Abdul Rashid, Maung Sein Win, Rebecca T Anonuevo-Cunada, Yeng Pway Ngon, Angkarn Chanthathip, dan Thai Ba Loi,

Selain Linda, penulis Indonesia yang pernah mendapat penghargaan serupa, diantaranya adalah Oka Rusmini, D Zawawi Imron, dan Afrizal Malna.

“Saya lebih melihat penghargaan ini sebagai penghargaan untuk sastra Indonesia ketimbang sekadar penghargaan untuk saya sebagai individu. Lebih jauh lagi, saya melihat penghargaan ini sebagai inspirasi untuk melahirkan karya-karya bermutu Asia Tenggara dan membuat kesusastraannya mempengaruhi sastra dunia. S. E. A Write yang saya terima ini saya anggap sebagai bukti adanya nilai strategis yang dimiliki sebuah karya sastra,” kata Linda,

“Sangat senang berada di Bangkok, sebuah kota yang saya selalu ingin kembali karena mempunyai banyak sahabat baik di sini,” kata Linda dilaman facebook-nya. Tapi kali ini. imbuh dia, “Saya tidak hanya menemui mereka, juga untuk menerima SEA Write Award, penghargaan sastra Asia Tenggara, yang sudah berumur 35 tahun.”

Peraih SEA Write Award dipilih melalui komite juri yang sangat bertanggung jawab. “Penghargaan yang itu juga memiliki juri-juri mereka sendiri. Saya cukup senang menerima SEA Write Award ini dan cukup senang mengetahui alasan dari Dewan Juri memilih karya saya dari Badan Bahasa,” tulisnya.

Bukan Hal Baru

Penghargaan sastra bukanlah hal baru bagi Linda. Kumpulan cerpen pertamanya, Kuda Terbang Maria Pinto memenangi Khatulistiwa Literary Award (KLA) pada 2004. Begitu pula kumpulan cerpen berikutnya, Rahasia Selma yang diterbitkan pada 2010 memenangi KLA di tahun yang sama.

Pencapaian itu masih pula diimbuhi dengan penghargaan-penghargaan lain semisal Penghargaan Prosa Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional pada 2010 untuk kumpulan esai politik dan budayanya Dari Jawa Menuju Atjeh dan penghargaan Esai Terbaik Hak Asasi Manusia pada 1998 untuk esainya yang berjudul “Militerisme dan Kekerasan di Timor Timur.”

Sumber: suaramerdeka.com, winternachten.nl (16/10/13), dewimagazine.com (3/10/13)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: