Skip to content

M. Arie Kurniawan Raih Juara 1 Kompetisi “GE 3D Printing Design Quest” di AS

Desember 12, 2013

M. Arie Kurniawan.di indonesiaproud wordpress comM. Arie Kurniawan, mahasiswa asal Salatiga berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi 3D Printing Design Quest yang diselenggarakan oleh General Electric (GE) di Amerika Serikat pada 11 Desember 2013.

Dalam kompetisi mendesain ulang braket penahan (loading bracket) yang terdapat di dalam mesin jet yang dapat mengurangi beban mesin dan konsumsi bahan bakar menggunakan cetak tiga dimensi (3D) tersebut, Arie menyisihkan 700 desain peserta dari 56 negara, antara lain dari Inggris, Swedia, Italia, Polandia, Hongaria, dan Australia.

Steve Liguori, Executive Director of Global Innovation GE mengatakan bahwa mereka memahami bahwa inovasi bisa datang dari mana saja. Tantangan ini memanfaatkan kecerdasan komunitas GrabCAD untuk memberikan solusi baru terhadap tantangan masa depan menggunakan cetak 3D (additive manufacturing).

“Dengan menerapkan skala dan keahlian GE untuk inovasi terbuka, kami dapat terus menumbuhkan ekosistem bagi para desainer, insinyur, ilmuwan material dan mitra lainnya untuk mendefinisikan kembali industri ini dan mendorong hasil terbaik bagi para pelanggan kami,” ungkapnya.

Sementara itu Hardi Meybaum, CEO GrabCAD mengatakan bahwa komunitas mereka merespon dengan baik tantangan teknik dari GE yang terinspirasi dari masalah sehari-hari. Jumlah peserta dari seluruh dunia yang mengikuti kontes ini sangat banyak, karena para insinyur ingin memanfaatkan kesempatan mendesain sesuatu yang kemungkinan akan diproduksi dan menyelesaikan masalah yang ada.

“Tantangan Desain Braket Mesin Jet GE ini melampaui ekspektasi dan ini menunjukkan komitmen mereka untuk mencari inovasi melalui teknik dan kolaborasi terbuka. Ini merupakan jalan menuju masa depan, dan kami bangga ini terjadi menggunakan platform kami,” katanya.

The first place prize-winning bracket in GE’s 3D Printing Design Quest designed by M Arie Kurniawan from Salatiga, Indonesia. (Photo: GE)

Desain bracket karya Arie

Sepuluh besar desain braket tersebut diproduksi di fasilitas additive manufacturing GE Aviation di Cincinnati, Amerika Serikat dan diuji dengan berbagai uji beban di Pusat Penelitian Global GE di Niskayuna Amerika Serikat.

Babak pengujian hingga tingkat kegagalan itu dilakukan untuk memastikan desain pemenang memenuhi kriteria tertinggi kualitas dan kinerja. Braket merupakan penahan pada mesin-mesin jet memiliki peran yang sangat penting karena harus mampu menahan beban mesin saat handling tanpa pecah atau bengkok.

Atas kemenangan ini Arie mendapatkan hadiah sebesar pertama senilai 7.000 Dollar. Adapun pemenang kedua diraih  Thomas Johansson, Ph.D, dari Swedia dengan hadiah 5.000 Dolar, disusul  Sebastien Vavassori dari Inggris pemenang ketiga dengan nilai hadiah 3.000 Dolar.

Sumber: kabarkampus.com (12/12/13), businesswire.com (11/12/13)

4 Komentar leave one →
  1. Desember 13, 2013 11:35 am

    Reblogged this on A Day in Our Life and commented:
    :O :O :O

  2. adi permalink
    Desember 20, 2013 11:35 am

    mantap, ijin share di web sy ya masbro…

Trackbacks

  1. Arie Arfian | theUnlearn;
  2. Stasiun Kereta Tuntang, Tempat Penyair Perancis Menyusup Ke Jawa Tengah | Geospotter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: