Skip to content

Nura Uma Annisa, Guru TK Al-Azhar 22 Semarang yang Juarai “IT Makeover Asia Pacific”

Desember 23, 2013

TK Al-Azhar Semarang di indonesiaproud wordpress comGuru taman kanak-kanak (TK) Al Azhar 22 Semarang, Nura Uma Annisa, menggunakan program komputer berbasis basic office 2010 sebagai sarana belajar yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa melalui media visual.

Tak hanya itu, olahan tangan dingin lulusan sekolah S1 jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini juga membawa guru yang pernah tampil dalam acara Kick Andy di Metro TV ini terbang ke Selandia Baru dan Yunani.

Bagi Nura, pemanfaatan program Microsoft office power point juga bisa menggabungkan foto menjadi animasi untuk memberikan pelajaran sejarah tentang kepahlawanan selain membuat profil sekolahannya sendiri di awal penggunanya.

Kreativitas dan keuletannya itulah yang membuat Nura berhasil menyabet prestasi sebagai juara “IT Makeover Contest Asia Pacific 2013”. Nura mengaku pembuatan program pendidikan sejarah Indonesia tidak banyak mengalami kesulitan yang sangat berarti.

Program berbasis Microsoft Windows itupun saat ini bisa dengan mudah dilihat di situs Youtube dengan mengetik kata kunci ‘Nura Uma’. Selain itu, program karya warga Kota Semarang inipun bisa diunduh dengan bebas dan diperbolehkan untuk disebarluaskan tanpa dikenakan biaya.

“Semua boleh mengunduh dan tidak dipungut biaya, saya cuma meminta semua di kopi bukan hanya diambil sebagian,” aku guru yang sampai saat ini belum mematenkan karyanya tersebut ke Lembaga Hak Atas Karya dan Intelektualitas (HAKI).

Pada proses pembuatannya sendiri, Nura mengaku bagian paling sulit adalah ketika harus mengambil ilustrasi gambar yang menunjukkan dirinya sedang melakukan aktivitas menggunakan komputer. Pasalnya, pengambilan gambar harusnya dilakukan oleh orang lain.

Guru TK di Semarang juarai IT Makeover Contest Asia Pacific

Permasalahan yang dihadapinya adalah dia mengaku selalu grogi saat di-shooting kamera. Kendati harus menghadapi perasaan grogi, Nura yang juga menerapkan pelajaran di sekolahannya itu, akhirnya mampu menghasilkan karya yang mengharumkan nama Kota Semarang ke kancah Asia-Pasifik.

“Kamera sengaja saya taruh di tripod supaya mudah berekpresi tanpa menyadari bahwa saya di-shooting,” tuturnya.

Selain itu, yang menggembirakan Nura mengaku, penghargaan yang diberikan pabrikan perangkat lunak Microsoft telah membuat dirinya mendapatkan impian. “Thanks Microsoft for make my dream comes true,” akun berbangga.

Lucky Gani, Business Group Head Windows division, Microsoft Indonesia menjelaskan bahwa lomba diikuti 200 lebih perwakilan dari 8 negara dari berbagai negara se-Asia Pasifik.

“Dari ratusan finalis di seluruh Asia Pasifik, terpilih sembilan finalis dari berbagai negara,” kata Lucky di Semarang (17/12). Kesembilan finalis tersebut  merupakan pemenang kontes di negaranya masing-masing, yakni dari Australia, Selandia Baru, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

“Sembilan finalis ini memiliki latar belakang berbeda, seperti pembuat kerajinan tangan, solusi IT, penyedia alat pertanian, produsen makanan dan minuman, penyedia logistik, hingga penyelenggara pendidikan,” kata Lucky.

Lomba itu sendiri sesungguhnya bertujuan untuk mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) dan penyelenggara pendidikan dalam mengembangkan kinerja berbasis teknologi informasi (TI) dalam kegiatan operasionalnya.

“Dalam bidang pendidikan, seperti diketahui anak-anak sekarang sedemikian akrab dengan tablet, gadget, dan sebagainya untuk ngegame. Anak-anak perlu diedukasi untuk menggunakannya,” ujarnya.

Microsoft berupaya memfasilitasi berbagai aplikasi yang bersifat edukasi untuk mengimbangi fungsi perangkat elektronik itu sehingga masyarakat, terutama anak-anak bisa menggunakannya untuk belajar.

“Atas prestasi yang diperoleh, sekolah mendapat paket senilai USD 15.000 dari Microsoft. Hadiah diberikan berupa komputer lengkap dengan Windows 8 Pro, Office 365 serta berbagai layanan dan dukungan Microsoft untuk meningkatkan modernisasi fasilitas sekolah,” jelas Lucky.

Nura mengungkapkan bahwa kondisi IT di sekolahnya mengalami ketertinggalan, tetapi tidak mengurangi motivasi untuk mengikuti kompetisi itu.

“Ya, kontes ini memotivasi kami, sekolah, beserta pengajar dan anak didik untuk bersemangat dan bersungguh-sungguh mengikuti setiap tahapan lomba. Alhamdulillah kami bisa memenanginya,” kata Nura.

Kepala TK Al-Azhar 22 Semarang, Sri Susilowati menambahkan sekolah mendapatkan keuntungan menjadi pemenang kontes itu karena sistem IT dimodernisasi dengan penerapan teknologi baru dari Microsoft.

Sumber: merdeka.com, antaranews.com (18/12/13)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: