Skip to content

Medhanita Dewi Renanti: Dosen IPB yang Buat Aplikasi Penerjemah Tangis Bayi

Desember 26, 2013

Medhanita Dewi Renanti di indonesiaproud wordpress comBagi anda yang menjadi ibu muda atau pertama kali punya anak, mungkin kebingungan saat mendengar tangis bayi anda, apakah ia menangis karena lapar, buang air, atau sakit. Dosen Mata Kuliah Aplikasi Komputer Institut Pertanian Bogor (IPB), Medhanita Dewi Renanti M.Kom, menciptakan aplikasi pertama di Indonesia yang mampu menerjemahkan arti tangisan bayi.

Aplikasi tersebut mampu mendeteksi lima jenis tangisan bayi berikut tafsirnya. Masing-masing adalah suara tangisan “neh” yang berarti lapar, “owh” berarti lelah atau mengantuk, “eh” yang bertafsir ingin bersendawa, “eairh” berarti nyeri di perut, dan bunyi “heh” yang artinya bayi merasa tidak nyaman.

Aplikasi ini merupakan otomatisasi dari Dunstan Baby Language (DBL). Berdasarkan situs DunstanBaby.com, DBL ditemukan oleh Priscilla Dunstan yang berasal dari Australia pada Juni 1998. Priscilla yang juga seorang musisi klasik dengan ingatan fotografis pada suara, menemukan pola tangisan bayi dan menerjemahkannya setelah melakukan riset lebih dari 8 tahun.

Aplikasi itu merupakan hasil penelitian studi jenjang S-2 yang dilakukannya. Penelitian itu menghasilkan tesis dengan judul Identifikasi Jenis Tangis Bayi menggunakan Codebook untuk Pengenal Pola dan MFCC (Mel-frequency cepstral coefficients) untuk Ekstraksi Ciri.

Medhanita mengatakan bahwa perangkat lunak yang belum diberi nama itu berbeda dengan aplikasi sejenis, seperti Cry Translator yang pada 2009 telah tersedia untuk perangkat iPhone. “Cry Translator menggunakan basis data hasil penelitian Dr. Antonio Portugal (Ramirez), sedangkan aplikasi saya menggunakan DBL,” katanya.

Arti setiap jenis tangisan pada aplikasi lain itu juga berbeda dengan temuan Medhanita. Laman TheHindu.com melaporkan, 5 tafsir tangisan bayi pada aplikasi lain yang didasarkan pada hasil penelitian Dr. Antonio Portugal itu ialah tentang rasa lapar, terganggu, lelah, tertekan, dan bosan.

Medhanita menambahkan, harga perangkat yang relatif mahal untuk menjalakan aplikasi sejenis yang telah muncul sebelumnya juga akan membedakan perangkat lunak ciptaannya tersebut. Sistem operasi Android yang kelak akan dipilihnya dan tampilan yang relatif sederhana diharapkan Medhanita bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Aplikasi tersebut diklaim mampu mengartikan tangisan bayi usia 0-3 bulan dengan akurasi hingga 94 persen pada sesi percobaan. “Karena mulai usia 4 bulan, arti tangisan bayi akan berbeda-beda, tergantung pada lingkungan kebudayaan masing-masing,” sebut Medhanita.

Saat ini aplikasi tersebut masih dijalankan pada sistem operasi Microsoft Windows yang terbenam dalam komputer jinjing. “Untuk pengembangan selanjutnya, saya ingin selain bisa dijalankan dalam sistem operasi Android juga dapat berbentuk alat tersendiri,” ujar Medhanita.

Sumber: tekno.kompas.com (22/12/13)

6 Komentar leave one →
  1. Desember 26, 2013 11:35 am

    wah hebat banget. This is the great discovery. Penemuan ibu Medhanita ini harus dijadikan tauladan bagi bangsa INdonesia untuk menciptakan penemuan baru… ini kabar baik untuk Indonesia.

  2. Desember 26, 2013 11:35 am

    semoga cita-citanya terlaksana.. amiiin

  3. Desember 27, 2013 11:35 pm

    Reblogged this on A Day in Our Life.

  4. ERIANSYAH NASUTION, SP permalink
    Januari 5, 2014 11:35 am

    Bagaimana saya bisa mendapatkan sofware tsb??

  5. Januari 8, 2014 11:35 am

    ada yang punya contact ibu Medhanita?

  6. Februari 15, 2014 11:35 pm

    Great. Penemuan luar biasa. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: