Skip to content

Mohammad Yozaf Raih Eye Level Literature Award 2013

Januari 28, 2014
MUhammad Yozaf di indonesiaproud wordpress com

Yozaf (kiri) dan Afan

Mohammad Yozaf mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dalam bidang sastra dengan menjadi yang terbaik di ajang “Eye Level Literature Award 2013” yang diikuti oleh beberapa negara di dunia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Hongkong, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

“Sampai sekarang sebetulnya masih tidak percaya bisa menjadi juara. Apalagi Korea Selatan level cerita anak-anaknya cukup tinggi, tapi saya bisa mengalahkan wakilnya dan juga wakil dari negara lain, tentunya sangat bersyukur sekali,” kata Yozaf di Jakarta, Sabtu (18/1).

Eye Level Literature Award diadakan oleh Eye Level, sebuah anak perusahaan dari Daekyo, Self Directed Learning Center bagi anak-anak yang berpusat di Korea Selatan. Kompetisi ini sudah berusia 21 tahun dan terbuka bagi penulis amatir, professional, maupun seniman di atas 18 tahun.

Kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta ini dimulai dari 1 Juli – 31 Agustus 2013 dan terdiri dari dua kategori, yaitu cerita pendek anak-anak dan cerita bergambar anak-anak.

“Kemenangan Yozaf ini juga menjadi bukti bahwa negara kita punya penulis yang hebat-hebat. Kompetisi ini juga membuktikan Eye Level sangat mengapresiasi hasil karya sastra yang mampu meningkatkan kecintaan dan kegembiraan anak-anak untuk terus membaca,” ujar Afan Suryadi, Franchise Director Eye Level Indonesia.

Cerita pendek anak-anak karya Mohammad Yozaf yang berjudul “Mamat Tulis Nama Dahlia” bercerita tentang persahabatan anak Tionghoa bernama Dahlia dan anak pribumi bernama Mamat. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, Dahlia tetap mau berteman dengan Mamat, bahkan mengajarkannya menulis.

Setiap Sabtu sore setelah membersihkan makam mamanya, Dahlia selalu mengajarkan Mamat cara menulis huruf dan angka. Ia juga berjanji akan mengajarkan Mamat cara menulis namanya. Sayangnya Dahlia tidak pernah datang lagi ke makam tempat mereka belajar. Mamat pun harus belajar sendiri sambil menantikan kedatangan Dahlia. Hingga akhirnya ia mengetahui kalau Dahlia telah meninggal dunia.

Mamat terus belajar sampai akhirnya bisa menuliskan nama Dahlia. Ia lalu membakar buku tulis yang penuh dengan tulisan nama Dahlia, berharap asapnya akan sampai ke langit ke tempat Dahlia berada kini.

“Cerita yang ditulis Yozaf ini moralnya sangat kuat dan inspiratif, tentunya untuk pendidikan. Saya juga berharap cerita ini bisa dibukukan dalam bahasa Indonesia, atau minimal bahasa Inggris. Karena untuk pemenang di tahun-tahun sebelumnya masih dalam bahasa Korea,” ujar Afan.

Sebagai pemenang, Yozaf yang sehari-harinya bekerja sebagai copywriter berhak mendapakan medali, uang senilai 10.000 USD, dan berwisata ke Korea untuk 2 orang.

“Tentunya bangga sekali bisa mengharumkan nama bangsa. Namun tujuan utama saya menulis adalah untuk memberi inspirasi kepada anak-anak di seluruh dunia agar senang membaca,” pungkasnya.

Sumber: Herman/FER (beritasatu.com 18/1/2014)

One Comment leave one →
  1. Januari 28, 2014 11:35 am

    sungguh membaggakan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: