Skip to content

Tim Indonesia Juara Shell Eco-Marathon 2014 di Manila, Filipina

Februari 12, 2014

shell marathon 2014 di indonesiaproud wordpress comPara mahasiswa Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasilnya 4 tim Indonesia meraih juara pertama dalam ajang kompetisi Shell Eco-Marathon 2014 yang digelar di Manila, Filipina pada 6-9 Februari lalu.

Semua gelar didapat tim-tim yang berlaga di kategori urban concept atau mobil yang menyerupai wujud asli. Tim yang menjadi juara adalah tim Sadewa Otto asal Universitas Indonesia, Mesin Polnep Diesel dari Politeknik Negeri Pontianak, Horas Mesin dari Universitas Sumatera Utara, dan Sapuangin 8 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Sementara itu  3 tim perwakilan Indonesia lainnya berhasil menyabet juara kedua, yaitu Cikal Diesel dari Institut Teknologi Bandung, Bengawan 2 dari Universitas Sebelas Maret Solo, dan Horas USU dari Universitas Sumatera Utara.

Bagi tim dari ITS, gelar tahun ini meneruskan tren positif mereka yang selalu juara sejak Eco-Marathon kawasan Asia dimulai pada 2010 lalu. “Pak Nuh (Menteri Pendidikan) pasti senang dengan prestasi ini,” kata pembimbing tim, Witantyo. Menteri Nuh memang lekat dengan ITS lantaran pernah menduduki jabatan rektor ITS selama sekitar tiga tahun.

Sementara itu meski baru berhasil menjadi juara dua namun tim dari USU mengaku cukup puas. “Kami puas bisa menang,” kata manajer Himsar Ambarita, ketika ditemui di sela-sela penghargaan pemenang di Manila Hotel.

Pasalnya, ujar Himsar, mereka mempersiapkan tim dalam keterbatasan finansial. Janji bantuan dari Pemerintah Sumatera Utara tidak kunjung cair sampai keberangkatan ke lomba cipta kendaraan hemat bahan bakar tersebut.

Meski merajalela di kategori urban concept, tidak satu pun tim Indonesia yang berjaya di kategori prototipe atau mobil model yang mengutamakan kedalaman riset dan eksploitasi mesin. Beberapa tim, seperti Rakata asal Institut Teknologi Bandung atau APATTE-62 asal Universitas Brawijaya, tidak mampu berbuat banyak. Kategori ini didominasi tim asal Singapura, Malaysia, dan Thailand. Tahun ini tim Indonesia menurunkan 18 tim dari 12 kampus berbeda di Eco-Marathon 2014, dengan 7 di antaranya berlaga di kategori protipe.

Sumber: tempo.co (10/2/2014)

One Comment leave one →
  1. Februari 12, 2014 11:35 am

    jos gandos….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: