Skip to content

Film “Sepatu Baru” Karya Aditya Ahmad Menang di Festival Film Berlin

Februari 18, 2014

film sepatu baru di indonesiaproud wordpress comFilm pendek karya Aditya Ahmad berjudul “Sepatu Baru” berhasil memenangkan Special Mention dari juri anak-anak untuk Film Pendek Terbaik kategori Generation KPlus di Berlinale, Festival Film Internasional ke-64 yang diselenggarakan di Berlin, Jerman pada 6-16 Februari 2014.

Berlinale adalah festival film bergengsi dunia yang diselenggarakan sejak 1950 pada tiap Februari. Festival yang menjadi barometer seni film di dunia ini diliput sekitar 3.700 media setiap tahunnya juga dihadiri oleh sekitar 20.000 pekerja film dari 124 negara.

Dalam pengumuman yang berlangsung di Haus der Kulturen der Welt, Berlin, juri menyebutkan, “Kami menyaksikan sebuah cerita yang menyentuh tentang seorang gadis kecil yang dengan sepenuh hati berkeinginan untuk menghentikan hujan. Melalui gambar-gambar yang menakjubkan, film ini memberikan kita pemahaman akan suatu tradisi dari suatu negeri nun jauh di sana.”

Kategori “Generation” mulai diselenggarakan sejak 1978, dengan sorotan khusus pada film yang terkait anak-anak dan kaum muda. Generation KPlus untuk anak-anak, sedangkan Generation 14Plus untuk anak berumur di atas 14 tahun.

Untuk kategori ini, terdapat dua tim juri. Tim juri anak-anak, yang usianya tak lebih dari usia para penonton yang menjadi target kategori ini dan tim “juri internasional” yang diambil dari pelaku film profesional.

“Saya tak menyangka,” kata Aditya Ahmad. “Saya kan baru untuk festival begini. Jadi ini kejutan besar untuk saya,” tambahnya. Lebih-lebih, film ini dipilih oleh para juri anak-anak Jerman, yang secara budaya jauh dari tradisi yang diungkap di film ini.

Dalam Sepatu Baru, Aditya memunculkan seorang anak perempuan (Isfira Febiana) yang bekerja keras dengan segala cara untuk menghentikan hujan —melalui tradisi lama melemparkan celana dalam ke atap. Anak itu sampai berusaha mencuri celana dalam tetangga. Ternyata kerja kerasnya itu dilakukan, agar ia bisa mengenakan sepatu barunya.

“Sepatu Baru” merupakan karya akhir Aditya untuk menyelesaikan studinya di jurusan film Institut Kesenian Makasar. “Ini karya terpaksa,” kata Aditya tergelak. Karena rencananya Aditya tak ingin terburu-buru menyelesaikan studinya, dan ingin memperluas pengalaman sinematografi. “Tetapi ada isu, IKM bisa ditutup, jadi kalau tak bikin karya akhir tahun 2013 kemarin, mungkin saya tak akan bisa bikin, karena keburu ditutup. Ya saya bikin aja,” katanya tertawa lagi.

Pada Desember 2013, “Sepatu Baru” meraih penghargaan “Special Mention Award” dari juri di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan ditonton antara lain oleh John Badalu, “festival delegate” Berlinale untuk Asia Tenggara. John Badalu lalu mengusulkan film ini ke Berlinale, dan tim seleksi Berlinale meloloskannya untuk kategori Generation KPlus. Dan ternyata menang.

Sumber: tempo.co (16/2/2014), edisinews.com (7/2/2014)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: