Skip to content

Gita A. Nasution: Mahasiswi Penemu Obat Diabetes, Kolagit

Maret 5, 2014

Gita Adinda Nasution di indonesiaproud wordpress comBerkat kegigihannya untuk mengobati penyakit yang diderita ayahnya, Gita Adinda Nasution, mahasiswi semester 3 Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara (USU) akhirnya berhasil menemukan obat diabetes Kolagit.

Serbuk cokelat tua, Kolagit, berasal dari tebu yang diolah menjadi perangsang tubuh memproduksi hormon insulin. Satu kotak Kalogit berisi 800 gram dibanderol Rp 150 ribu.

Dia mengklaim, selain sang ayah, Bisman Nasution, yang menjadi pasien pertama, sudah ratusan penderita lain yang sembuh setelah mengkonsumsi Kolagit dalam beberapa hari.

Saat Gita duduk di kelas 6 SD, sang ayah telah divonis dokter mengidap diabetes. Badan sang ayah yang sebelumnya gemuk dan mendekati berat 100 kg, perlahan susut. Penglihatannya kabur, bahkan untuk berjalan  ayahnya mesti memegang dinding. Saat itu, gula darah sang ayah mencapai 450. Ibu Gita jadi protektif soal asupan makanan suaminya. Hanya boleh mengkonsumsi kentang dan ubi direbus.

“Melihat kondisi ayah, aku bulatkan tekat, ingin buat obat yang tidak ada larangannya. Artinya ayah dapat makan enak sesuai selera. Setiap hari aku ke perpustakaan untuk belajar kesehatan, umumnya belajar buku kesehatan ala Hembing. Lalu eksperimen sederhana di rumah, tanpa bantuan orang lain.” terangnya.

Perempuan berkulit putih ini sempat putus asa. “Saya melakukan 15 kali eksperimen, mulai dari pola makan ayah yang saya atur, termasuk obat minuman jus dan terapi.  Misalnya obat dari Ciplukan mulai dari daun, buah sama akar tanaman ini, saya rebus kemudian saya berikan untuk ayah. Tapi enggak sesuai harapan. Lalu saya mencoba lagi dengan obat Mahkota Dewa yang dikeringkan buahnya, lalu dijadikan serbuk, dan dikonsumsi. Setelah hampir setahun obat ini juga tidak mampu diharapkan.” tuturnya.

Lalu Gita memutuskan mengunakan bahan jus Mengkudu. Namun, karena aroma jus Mengkudu sangat tak sedap, dia memutuskan tidak mengunakan bahan itu.

Sewaktu masih kelas tiga SMP, anak ketiga dari pasangan Bisman Nasution dan Lismawarti ini sudah pasrah dan capek. Hanya berserah diri pada Allah. Tiba-tiba ia menemukan ide, yang sebenarnya konyol. Ibaratnya kalau gagal masuk jurang.

“Saya berpikir penyakit polio dapat diobati melalui vaksin polio, orang digigit ular dapat sembuh dari racun ular juga. Jadi tidak ada salah mencoba membuat riset dari gula.” ujarnya.

Gita menjelaskan pada senyawa gula pasti ada senyawa yang dapat mengatasi sakit diabetes, hanya saja harus menemukan bahan campuran yang dapat memperbaiki senyawa itu. Setelah cukup lama mengutak-atik penelitian pada kelas tiga SMP, Gita akhirnya menemukan Kolagit dari gula tebu.

“Saya coba untuk diri sendiri. Setelah beberapa kali mencoba rasanya enak seperti kopi, karena obatnya dalam bentuk serbuk  cokelat, persis seperti kopi. Saat kenaikan ke kelas tiga SMA, obatnya baru dipublikasi dan diuji secara preklinis dan klinis di lab Farmasi USU.”

Hasil uji coba laboratoriumnya bagus. Enam ekor tikus pengidap penyakit gula sembuh setelah diberikan Kolagit. Bahkan Kolagit lebih ampuh dari obat diabetes hasil kimia, Dibin Klamit.

Beda dengan obat diabetes lain yang dikonsumsi sebelum makan, Kolagit justru dikonsumsi setelah makan. Gita menjelaskan bahwa tak semua penderita diabetes yang kekurangan hormon insulin. Ada yang memiliki hormon insulin, tapi rangsanganya kurang.

“Kerja obatnya pada bagian darah untuk mengaktifkan hormon insulin. Awalnya saya bingung karena tidak ada jurnal internasional yang mendukung asumsi pribadi saya.” ujarnya.

Setelah ayahnya rutin mengkonsumsi Kolagit selama 4,5 tahun, Bisman sembuh. Beberapa orang yang mengonsumsi Kolagit, baik di Sumut, Jakarta, hingga Arab Saudi, juga merasakan kesembuhan.

Kolagit diklaim menetralisir atau menurunkan kadar gula darah, memperbaiki dan memperjelas penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengencangkan kulit, melancarkan pencernaan, sebagai asupan energi.

Untuk bisa mendapatkan Kolagit, pembeli harus memesan dahulu. Namun Gita belum berhasil mematenkan Kolagit temuannya. Beberapa kali upayanya gagal.

“Saya sudah sempat ke BPOM Sumut. Kata mereka harus dibawa ke BPOM pusat. Ketika di pusat saya ke bagian lab, karena pada saat itu saya masih SMA, kemudian disarankan ke bagian informasi. Pada bagian informasi tersebut disampaikan apabila ingin mengurus izin harus punya badan usaha seperti CV, PT atau kerja sama dengan perusahaan.” jelasnya.

Sumber: tribunnews.com (6/1/2014)

11 Komentar leave one →
  1. Maret 5, 2014 11:35 pm

    Kalo mau beli obatnya gimana ya caranya

  2. bong permalink
    Maret 7, 2014 11:35 am

    ini kalo mau pesan kolagitnya caranya gimana ya???

  3. Dhiya Nabila permalink
    Maret 13, 2014 11:35 pm

    Dimana harus beli obat ini?

  4. Maret 17, 2014 11:35 am

    Itu gak ada nama obat namanya dibin klamit.. adanya Glibenklamid.. –__–

  5. Juni 12, 2014 11:35 am

    Cara hidup sehat dengan biaya yang lebih ekonomis.

  6. Juni 15, 2014 11:35 pm

    Semoga bisa menjadi obat diabetes yang ampuh agar semua penderita diabetes bisa sembuh.

    • Eddy Susanto permalink
      Maret 30, 2015 11:35 am

      Bagaimana cara memesan nya selain pakai face book Gita Ardina , apakah bisa langsung ke alamat rumah Gita Ardina ? Apakah reaksi KOLAGIT dapat dirasakan dalam jangka panjang 4,5 th atau setelah beberapa kali mengkonsumsi Kolagit reaksi apa yang bisa dirasakan, thank you.

  7. Siti Muflihah permalink
    April 20, 2015 11:35 pm

    bagaimana cara pesan KOLAGIT

  8. Oktober 7, 2015 11:35 am

    bagaimana caranya pesan / membeli kolagit??

  9. mardatillah permalink
    Oktober 8, 2015 11:35 pm

    kak dmana alamatnya dimedan kak,soalnya mau beli obat ?

  10. Ira, Apt permalink
    Oktober 9, 2015 11:35 am

    mekanisme kerja obatnya gimana ya ? great Gita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: