Skip to content

Hendra/Ahsan Juara Ganda Putra All England 2014

Maret 10, 2014

hendra-ahsan di indonesiaproud wordpress comHendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengembalikan supremasi Indonesia di nomor ganda putra All England setelah di final mengalahkan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, dengan 21-19, 21-19 dan menjadi juara pada 9 Maret 2014 di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris.

Pertandingan gim pertama berlangsung ketat dan menegangkan. Hendra/Ahsan yang diunggulkan di tempat pertama sempat tertekan dan tertinggal hingga 14-16. Namun, di posisi ini, mereka seperti mendapat angin kedua dan mampu berbalik unggul sebelum menang 21-19.

Pada gim kedua, pertandingan juga berlangsung ketat. Hendra/Ahsan unggul lebih dulu 11-9. Namun, pasangan Jepang tidak mau menyerah dan mengejar skor hingga 15-15. Akhirnya, pasangan Indonesia menang 21-19.

Bagi Hendra/Ahsan, ini merupakan gelar juara All England pertama mereka. Gelar ini juga merupakan trofi pertama pasangan nomor satu dunia itu di tahun 2014. Keduanya sangat senang dan bangga akhirnya bisa merasakan gelar All England.

“Kami senang sekali bisa memenangkan gelar juara All England, tetapi kami tak mau berpuas diri. Masih banyak tugas kami di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” kata Ahsan.

“Tegang di lapangan tentu ada, tetapi kami bisa mengatasi ketegangan ini di lapangan. Pada pertandingan final ini kami fokus saja gimana caranya supaya dapat satu demi satu poin. Walaupun ketinggalan, tetapi kami tidak mau menyerah,” imbuh Hendra.

Hendra dan Ahsan sudah lama menantikan gelar jaura All England. Mereka cukup yakin bisa mendapatkannya tahun ini karena sudah melakukan persiapan yang sangat serius.

“Kami juga punya keyakinan bisa memenangkan gelar ini. Kami sudah berjuang habis-habisan. Kami juga sudah melakukan persiapan selama sebulan lebih,” tambah Hendra.

Gelar juara ini merupakan gelar ke-17 bagi Indonesia di nomor ganda putra All England. Indonesia merebut gelar juara ganda putra pertama kali pada 1972 atas nama Christian Hadinata/Ade Chandra. Setelah itu, supremasi dilanjutkan Tjuntjun/Johan Wahyudi, Kartono/Heryanto, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, hingga 2003 atas nama Candra Wijaya/Sigit Budiarto.

Sumber: kompas.com (9/3/2014), liputan6.com (10/3/2014)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: