Skip to content

Rudi Putra Raih Goldman Environmental Prize 2014 di AS

Mei 9, 2014
Suren, Soledad and Rudi Putra at the 2014 Goldman Environmental Prize Honors on April 28, 2014.

Suren, Soledad & Rudi Putra (kopiah)

Untuk melindungi spesies yang terancam punah, Rudi Putra bekerja tanpa kenal lelah untuk menghentikan deforestisasi di kawasan hutan Gunung Leuser.

Karena kerja kerasnya tersebut ia terpilih menjadi penerima “Green Nobel,”  The Goldman Environmental Prize 2014 di San Francisco’s War Memorial Opera House, Amerika Serikat pada 28 April lalu.

Di tahun penyelenggaraannya yang ke-25, Goldman Environmental Prize telah memilih enam pahlawan lingkungan hidup yang berani mengambil risiko guna melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan alam.

Sekelompok juri internasional, di antaranya Ibu Erna Witoelar dari Indonesia, telah memilih para finalis yang dilakukan secara rahasia setelah mendengar masukan dari kelompok-kelompok organisasi lingkungan hidup internasional ataupun secara individu.

Selain Rudi, penerima penghargaan Goldman lainnya adalah Desmond D’Sa daru Afrika Selatan, Ramesh Agrawal dari India, Suren Gazaryan dari Rusia, Helen Slottje dari AS, dan Ruth Buendia dari Peru.

rudi putra dg goldman-prize-2014 di indonesiaproud worpress com

Rudi Putra dipilih sebagai penerima Goldman Prize 2014 karena pendekatannya yang inovatif dalam usaha untuk menutup perkebunan kelapa sawit ilegal di kawasan hutan ekosistem Leuser.

Melonjaknya permintaan minyak kelapa sawit dengan harga yang tinggi karena hasil yang tinggi, biaya yang murah, dan serba guna, telah memicu banyak penebangan ilegal untuk membuka perkebunan kelapa sawit.

Perkebunan kelapa sawit ilegal tersebut menimbulkan ancaman besar bagi hewan langka seperti badak Sumatera dan orangutan yang berada di ekosistem hutan Leuser di propinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Untuk melindungi spesies yang terancam punah, Rudi telah bekerja tanpa lelah guna menghentikan terjadinya deforestasi dan degradasi habitat yang banyak disebabkan oleh pembangunan perkebunan kelapa sawit ilegal.

Rudi memulai pendekatannya yang inovatif dengan mendidik masyarakat lokal mengenai skala permasalahan dan akibat penebangan liar yang dapat mengancam kehidupan, tidak hanya satwa liar, tetapi juga penduduk setempat.

Upaya Rudi tersebut telah mendapat serangkaian dukungan yang dimulai dari anggota masyarakat, dan kemudian secara bertahap dari birokrat dan pihak kepolisian.

Dengan dukungan dari semua lapisan masyarakat, Rudi berhasil memulihkan 1.200 hektar habitat dan menutup 26 perkebunan kelapa sawit ilegal, 24 di antaranya ditutup dengan sukarela oleh pemilik, sementara dua pemilik perkebunan lainnya yang menolak untuk menutup usaha ilegal telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Strategi yang efektif ini telah membantu meletakkan dasar untuk perubahan jangka panjang yang berkelanjutan dan memulihkan kembali populasi badak Sumatera dan satwa liar lainnya.

Sumber: kemlu.go.id (5/5/2014)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: