Skip to content

Film Karya Demantra Tentang Autisme Raih 2 Penghargaan di International Independent Film Awards, Los Angeles AS

Juni 23, 2014

Duo-Dematra di indonesiaproud wordpress comSineas Indonesia kembali menorehkan prestasi kelas dunia setelah dua penghargaan internasional dianugerahkan untuk film layar lebar bertema penyandang autis dengan judul I’m Star besutan sutradara Damien Dematra di ajang International Independent Film Awards (IIFA) 2014 di Los Angeles, AS.

Natasha Dematra, yang memerani Mella dalam film tersebut meraih penghargaan bergengsi Gold Award untuk kategori leading actress sedangkan Damien Dematra menyabet penghargaan Silver Award  dalam kategori Sutradara.

IIFA menilai film I’m Star menunjukkan kreativitas, totalitas, dan bakat yang luar biasa dari pemain utamanya, Natasha Dematra, dan para penyandang autis yang terlibat.

im star di indonesiaproud wordpress comDiangkat berdasarkan nama grup band empat remaja penyandang autis (Arya, Abhy, Ervitha, dan Shinta), I’m Star yang diproduksi dengan tujuan sosial dan sosialiasi penerimaan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah biasa ini mengangkat cerita ABK, khususnya penyandang autisme.

Film ini sendiri mendapat rating Semua Umur dan telah ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia 4 Juli 2013 lalu. Di dalam negeri, I’m Star terpilih sebagai salah satu film yang diputar dalam APEC Unthinkable Film Festival 2013 tanggal 3-5 Oktober 2013 lalu, dan ditayangkan bersama film-film lain dari negara-negara APEC.

Film ini juga sempat diekshibisikan di pameran film MIPCOM di Cannes, Perancis, dan American Film Market (AFM) di Los Angeles, Amerika Serikat tahun 2012.

Selain di  IIFA 2014, I’m Star juga sempat meraih 3 penghargaan dari Indie Fest 2013 di USA, sebagai Feature Film Terbaik, sebagai aktris terbaik (Natasha Dematra), dan sebagai penulis skenario terbaik (Damien Dematra).

Keistimewaan film bergenre drama remaja ini ditunjukkan melalui proses penggodokannya yang dibuahkan dari cinta para orang tua ABK pada putra-putri mereka. Autisme sendiri adalah gangguan perkembangan neurologis dengan ciri-ciri perkembangan gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku, yang biasa dialami sejak lahir atau sejak balita.

Para orang tua ABK menjadi makin optimistis dengan adanya Peraturan Menteri yang memayungi kesempatan bagi para ABK dapat diterima dan berbaur di sekolah biasa. Sejalan dengan hal ini, pada Mei 2012 lalu, kurang lebih 10 ribu guru se-DKI Jakarta dari tingkat TK sampai dengan SMA telah menyaksikan film ini di Smesco Convention Hall dan tercerahkan.

Damien Dematra, yang juga duduk di kursi produser mengungkapkan hal senada. Ia positif bahwa I’m Star dapat membangun kesadaran masyarakat agar anak-anak berkebutuhan khusus (dalam hal ini autisme) dapat makin diterima di masyarakat. Ia berharap (film ini) bisa mengetuk nurani seluruh lapisan masyarakat, mulai dari instansi pemerintah sampai perorangan tentang keberadaan penyakit yang disinyalir mengintai setidaknya 1 dari sekitar setiap 250 anak di dunia.

Sumber: tribunnews.com (20/6/2014)

One Comment leave one →
  1. Juni 23, 2014 11:35 am

    film yang mampu mendidik itulah film yang paling bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: