Skip to content

Aplikasi Bencana Karya Mahasiswa UGM Raih Global Winner di London, Inggris

Juli 5, 2014

quick disaster ugm di indonesiaproud wordpress com Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional setelah lewat aplikasi bencana karyanya berhasil mendapatkan penghargaan Global Winner dalam kompetisi aplikasi ‘Code For Resilience’ yang diadakan Bank Dunia  di London, Inggris pada 30 Juni 2014.

Aplikasi Quick Disaster yang dikembangkan oleh 5 mahasiswa Prodi Ilmu Komputer dan satu mahasiswa Prodi Geofisika, yaitu Daniel Oscar Baskoro (Project Manager), Zamahsyari (Programer), Bahrunnur (Programer), Sabrina Woro Anggraini (Copy writer), dan Maulana Rizki Aditama (Data Analyst) berhasil mendapat trofi pada acara penghargaan Understanding Risk Forum,di ExCel, London.

Penyerahan penghargaan dihadiri ratusan kalangan profesional. Di antaranya Walikota London, pejabat dari Bank Dunia dan para mitra (Google, Microsoft, Mozilla, Net Hope, dsb), serta jurnalis dari berbagai media di seluruh dunia.

Oscar Baskoro selaku Project Manager menjelaskan, peserta kompetisi aplikasi berasal dari seluruh negara di dunia. Tim Quick Disaster berhasil melewati proses kompetisi setelah diseleksi awal berhasil terpilih 10 besar, dan kemudian terpilih menjadi Global Winner. Dewan Juri pada kompetisi ini terdiri dari 9 orang yang merupakan kalangan profesional dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.

“Terpilihnya Quick Disaster menjadi juara Global Winner merupakan hal yang sangat luar biasa dan menggembirakan, proses riset yang kami lakukan di kampus ternyata dapat membuahkan hasil dan mampu menunjukkan kalau karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat dunia,” kata Oscar.

Aplikasi Quick Disaster merupakan aplikasi untuk mengantisipasi bencana alam yang dikembangkan pada wearable device Google Glass dan kini sudah pada tahap pengembangan versi 2.0. Dengan menggunakan aplikasi Quick Disaster maka pengguna akan mendapatkan tiga bagian informasi penting tentang bencana.

Pertama sebelum bencana, dimana menampilkan informasi riwayat bencana suatu daerah. Kedua saat bencana, menampilkan informasi solusi ketika terjadi bencana. Ketiga adalah pasca bencana, yang menampilkan rehabilitasi dengan fitur integrasi foto pengguna pada daerah bencana dengan sosial media.

Baca juga: Mahasiswa UGM kembangkan aplikasi mitigasi bencana lewat Google Glass

Sumber: inet.detik.com, antaranews (02/07/14)

One Comment leave one →
  1. Juli 5, 2014 11:35 am

    Yes ini baru jos 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: