Skip to content

Abdul Rohman: Dosen UGM yang Raih ProSPER.Net Young Scopus Scientist Award di Jepang

Juli 23, 2014

abdul rohman di indonesiaproud wordpress comAbdul Rohman, dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengharumkan nama bangsa dengan menjadi peneliti muda terbaik se-Asia Pasifik setelah mendapatkan penghargaan ProSPER.Net Young Scopus Scientist Award untuk kategori bidang pembangunan pertanian berkelanjutan dengan menyisihkan 100 kandidat peneliti muda lain dari berbagai negara dalam penyerahan penghargaan tersebut di Tokyo, Jepang pada 11-12 Juli lalu.

Mendapatkan penghargaan prestisius itu tentu menjadi kebanggaan bagi Abdul. Pasalnya mereka yang mendapatkan penghargaan setidaknya harus melalui proses seleksi ketat. Salah satu di antaranya publikasi riset mereka paling banyak dirujuk di publikasi jurnal internasional yang terpantau oleh Scopus, yakni layanan database terbesar di dunia yang mengindeks publikasi di jurnal.

Syarat lainnya, nominasi penerima penghargaan ini adalah para peneliti muda yang terhitung maksimal 5 tahun lulus dari pendidikan master atau doktor. “Berdasarkan data di Scopus, ada 62 publikasi saya di jurnal internasional, disitasi sekitar 373 kali oleh berbagai peneliti di berbagai negara,” kata Abdul.

Menurut Abdul, saat ini risetnya banyak dipublikasikan di jurnal internasional, seperti International Journal of Food Properties, International Food Research, Journal of the American Oil Chemist Society, Global Journal of Pharmacology yang umumnya ada di Amerika Serikat.

Tidak heran, hasil riset yang dipublikasi pada jurnal-jurnal tersebut menjadi rujukan bagi peneliti dari berbagai negara, seperti Malaysia, Spanyol, dan Afganistan. Abdul menyebut, publikasi risetnya yang paling banyak disitasi berkenaan dengan pengembangan analisis produk makanan halal lewat deteksi kandungan lemak, daging, dan gelatin babi pada produk makanan, kosmetik, dan farmasi.

“Yang paling banyak disitasi itu tentang penelitian saya mengenai cara mendeteksi pemalsuan minyak zaitun yang dicampur minyak sawit. Saya mengembangkan cara deteksi kurang dari dua menit,” ungkap pria yang menggeluti bidang kimia analisis itu.

Pria kelahiran Pati, Jawa tengah itu menambahkan, salah satu cara mendeteksi kandungan babi pada makanan adalah dengan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy and Chemometrics. Teknologi sinar inframerah mampu mendeteksi gugus fungsional yang khas pada minyak dan lemak babi, bahkan bisa digunakan untuk lemak sapi, kambing, dan lemak lainnya yang memiliki intensitas serapan yang berbeda.

Tidak berhenti sampai di situ, Abdul tengah melakukan penelitian lain bersama rekan peneliti Farmasi lainnya di UGM. Penelitian tersebut berupa pengembangan alat cepat deteksi kandungan babi yang mereka namakan electronic nose.

Sesuai dengan namanya, cara kerja alat itu menyerupai pola kerja indera penciuman manusia untuk mengenali pola asal bau. “Bau lemak babi, kambing dan ayam kan berbeda. Alat ini masih dalam tahap pengembangan. Apabila ini berhasil, saya akan mencobanya untuk menguji tingkat kehalalan sebuah produk makanan,” tutur pria kelahiran tahun 1977 itu.

Sumber: ugm.ac.id (17/07/14) kampus.okezone.com (20/07/14)

One Comment leave one →
  1. Juli 24, 2014 11:35 pm

    keren 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: