Skip to content

Mahasiswa UGM Raih Perak & Honorable Mention Olimpiade Matematika Internasional di Bulgaria

Agustus 11, 2014

IMC 2014 di indonesiaproud wordpress com

Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta,  Pramudya dan Taufiq Ardiansyah berhasil menyabet medali perak dan penghargaan Honorable Mention dalam olimpiade matematika tingkat internasional untuk mahasiswa atau International Mathematics Competition for University Students yang berlangsung pada 29 juli hingga 4 Agustus lalu di Blagoevgrad, Bulgaria.

Pramudya, mahasiswa prodi Teknik Elektro angkatan 2011 berhasil merebut medali perak, sedangkan Taufiq Ardiansyah dari prodi Matematika UGM merebut Honorable Mention. Perjuangan kedua mahasiswa untuk merebut penghargaan ini tentu tidak mudah. Mereka harus bersaing dengan 342 peserta dari 47 negara, diantaranya Rusia, Amerika Serikat, Brasil, Hungaria, Polandia, Singapura, Sri Langka, Iran, Jerman, Belanda, dan Kroasia.

pramudya ugm di indonesiaproud wordpress com

Pramudya

Pramudya mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam Olimpiade Matematika tingkat mahasiswa merupakan untuk pertama kalinya. Ia pun tidak menyangka dan sangat bersyukur bisa pulang membawa medali. “Tapi tentunya lebih bangga lagi karena bisa mengharumkan nama Indonesia,” katanya.

Selain Pram, demikian ia akrab disapa, ada 6 mahasiswa Indonesa lainnya di ajang kompetisi Olimpiade Matematika kali ini. Selain dari UGM, peserta mahasiswa lainnya berasal dari ITS, ITB, UI, dan UPI. “Dua diantaranya berasal dari UGM,” kata laki-laki kelahiran Kulon Progo, 21 Juni 1993 ini.

Anak pertama dari empat bersaudara pasangan Kurnia Suhartono dan Sri Rusmini menuturkan bahwa pemenang International Mathematics Competition for University Students ditentukan berdasarkan dari hasil ujian tertulis di bidang ilmu matematika aljabar, matematika analisis real, analisis kompleks dan kombinatorik. Tahap seleksi dilakukan selama dua hari untuk menyeleksi ratusan peserta.

Pram mengaku di saat pengumuman pemenang dia sempat gugup dan tegang. Pasalnya, selisih nilai antar pemenang medali emas, perak, dan perunggu tidak berbeda jauh. “Sempat deg-degan saat menjelang pengumuman,” kenangnya.

Di olimpiade matematika, kata Pram, tidak banyak soal berhitung yang diuji. Sebaliknya yang ditekankan pada kemampuan ide dan logika bagi setiap peserta dalam menyelesaikan kasus matematika. “Soal hitung-hitungan tidak banyak. Yang dituntut justru kreativitas kita dalam menyelesaikan soal-soal itu,” pungkasnya.

Sumber: ugm.ac.id (07/08/14)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: