Skip to content

Helm Anti-Kantuk Mahasiswa Ubaya Raih Emas International Invention, Innovation, and Design di Malaysia

Agustus 29, 2014

helm pencegah kantuk ubaya di indonesiaproud wordpress com

Mengantuk saat mengemudi kerapkali berakhir celaka. Berkat helm anti-kantuk ciptaannya, Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan, mahasiswa Jurusan Teknik Manufaktur Universitas Surabaya (Ubaya), menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih medali emas di International Invention, Innovation, and Design yang diadakan pada 20 Agustus lalu di Universiti Teknologi Mara (UiTM), Johor Bahru, Malaysia.

Dalam lomba tersebut, mereka berhasil menyisihkan 112 peserta dari Amerika, Swedia, Australia dan tuan rumah Malaysia.”Kami satu-satunya peserta dari luar yang meraih emas. Gak nyangka juga karena inovasi peserta lainnya juga bagus,”aku Ricky sambil tersenyum.

Sekilas helm ini tak berbeda dengan helm kebanyakan. Hanya kabel sepanjang 1 meter yang terlihat menjulur ke luar. Sementara perangkat modular tersimpan rapi di dalam helm. Ricky mengungkapkan bahwa helm yang mereka namai Anti Drowsing System (Androsys) ini memanfaatkan denyut nadi sebagai sensor kantuk saat mengemudi.

Denyut nadi yang normal adalah 80 denyut per menit. Jumlah ini akan menurun ketika mengantuk. Saat itulah Androsys bekerja. Androsys ini terdiri dari tiga bagian yakni input, prosesor dan vibrator.

Bagian input terdiri dari sensor denyut nadi (pulse sensore). Jika alat ini dipasang di bagian tubuh yang ada nadinya seperti pergelangan tangan, leher dan tangan, maka dia akan merekam denyutnya. Hasilnya akan dikirimkan ke prosesor.

Prosesor helm yang diletakkan di bagian dalam helm ini menggunakan mikro controler yang berfungsi untuk menghitung denyut nadi yang diterima. Jika denyut nadinya kurang dari 80 denyut per menit maka mikro controler akan mengeluarkan pesan untuk disalurkan ke vibrator. Selanjutnya vibrator yang dilekatkan di kepala bagian atas akan bergetar.

”Getaran inilah yang berfungsi agar yang memakainya tidak jadi mengantuk,”kata Ricky.

Bagi pengendara yang sudah mengantuk berat, getaran itu bisa dipakai tanda sehingga dia berhenti mengendarai motornya.

”Saya sudah mencoba helm ini, dan ternyata memang benar, ketika mengantuk langsung ada getaran sehingga rasa kantuknya langsung hilang,” kata Kristiawan menimpali.

Awal Ide dan Rencana ke depan

Diakui Kristiawan, ide pembuatan alat ini muncul ketika dia mendapat tugas mata kuliah Design Project. Saat itu mereka sempat membaca berita di surat kabar bahwa angka kecelakaan paling banyak dipicu karena pengendaranya mengantuk. Pada mudik lebaran tahun lalu tercatat ada 3.675 kecelakaan yang diakibatkan pengendara mengantuk.

”Dari situ, kami berpikir untuk menciptakan alat pencegak rasa kantuk bagi pengendara motor yang efektif, efisien dan ekonomis,”kata Kristiawan.

Untuk mewujudkan idenya ini, Kristiawan dan Ricky lebih dulu mencari referensinya. Mereka membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk membuat alatnya sempurna.

Tak hanya berinovasi, Ricky dan Kristiawan juga sudah berancang-ancang untuk memasarkan produknya. Hasil perhitungannya produknya ini bisa dijual seharga Rp 500.000 per unit. Diakui Ricky, harga ini cukup terjangkau karena sensor yang digunakan hanya sensor denyut nadi, bukan sensor gelombang otak yang sudah ada di penelitian sebelumnya dan mahal harganya, sekitar 10 juta per unit.

Sunardi Tjandra, dosen pembimbing inovasi ini mengatakan prestasi yang diraih Ricky dan Kristiawan ini jauh melebihi targetnya. Dia berharap helm anti kantuk ini bisa segera dipatenkan.

. Sumber: jawa pos (26/08/14), tribunnews.com (25/08/14)

2 Komentar leave one →
  1. Agustus 30, 2014 11:35 am

    “Prosesor helm yang diletakkan di bagian dalam helm ini menggunakan mikro controler yang berfungsi untuk menghitung denyut nadi yang diterima. Jika denyut nadinya kurang dari 80 denyut per menit maka mikro controler akan mengeluarkan pesan untuk disalurkan ke vibrator. Selanjutnya vibrator yang dilekatkan di kepala bagian atas akan bergetar.”

    Keren banget idenya.
    Selamat buat Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan. Gak ngisin-ngisini wong Suroboyo.

  2. vizon permalink
    Agustus 30, 2014 11:35 am

    Keren nih.. Semoga dapat segera dipasarkan dan dirasakan manfaatnya oleh khalayak ramai..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: