Skip to content

Rini Sugianto: Animator yang ‘Menghidupkan’ Karakter Teenage Mutant Ninja Turtles di Layar Lebar

September 18, 2014

rini sugianto di indonesiaproud wordpress comAnimator Rini Sugianto, kembali menuangkan hasil karyanya ke dalam film Hollywood. Kali ini sentuhannya ada pada film Teenage Mutant Ninja Turtles garapan sutradara Jonathan Liebesman dengan dana pembuatan sebesar 125 juta dolar yang tengah menduduki posisi nomor dua di Box Office Amerika Serikat.

Rini yang di akhir tahun 2013 baru saja selesai menggarap animasi untuk film The Hobbit: the Desolation of Smaug, memutuskan untuk keluar dari perusahaan milik Peter Jackson, WETA Digital, di Selandia Baru yang telah menjadi tempatnya bekerja selama 3,5 tahun. Rini kemudian hijrah ke Los Angeles, AS untuk berkumpul kembali dengan suaminya.

Tak lama kemudian ia mendapat tawaran dari perusahaan Industrial Light and Magic, yaitu anak perusahaan dari Lucas Film di San Francisco, untuk ikut bergabung di tim yang tengah terlibat dalam penggarapan animasi untuk film Teenage Mutant Ninja Turtles.

“Dulu memang kita pernah kontak sebelum saya pindah ke Selandia Baru,” kata Rini. “Tetapi pada saat itu saya memutuskan untuk pindah ke Selandia Baru. Kebetulan kita saling menjaga hubungan,” lanjut perempuan lulusan S2 jurusan animasi dari Academy of Art di San Francisco ini.

Begitu mereka tahu Rini telah kembali ke AS, mereka pun langsung menghubungi dan menawarkan Rini untuk bergabung. Tawaran tersebut langsung diterima, walaupun akhirnya Rini harus pindah ke San Francisco. Waktu itu proses penggarapan animasi filmnya berlangsung selama 3,5 bulan.

“Film animasi memang seperti itu industrinya. Mau tidak mau kita mengikuti proyeknya di mana,” jelas Rini yang saat ini masih berstatus sebagai kontraktor. “Kalau misalnya kita sudah settle di satu perusahaan tidak usah pindah-pindah lagi,” lanjutnya.

Tugas Rini sebagai animator adalah menghidupkan karakter-karakter utama di film dengan jenis photo-realistic ini, sehingga terlihat seperti karakter yang nyata.

“Untuk (film Teenage Mutant Ninja Turtles) kebetulan saya mengerjakan hampir semuanya,” ujar perempuan kelahiran tahun 1980 ini. “Kebanyakan untuk Donatello, Michaelangelo, Leonardo, atau Raphael,” tambahnya.

ninja turtles di indonesiaproud wordpress com

Ada sedikit perbedaan dari film Teenage Mutant Ninja Turtles kali ini jika dibandingkan dengan film-film yang sebelumnya.

“Desain turtlenya sendiri memang beda dengan desain Teenage Mutant Ninja Turtles yang sebelumnya,” jelas animator yang juga pernah ikut menggarap animasi dan efek visual untuk film-film Hollywood seperti the Adventures of Tintin, the Avengers, the Hobbit: An Unexpected Journey, Iron Man 3, dan the Hunger Games: Catching Fire.

Teenage Mutant Ninja Turtles muncul untuk pertama kalinya pada akhir tahun 1980-an. Sejak itu, karakter-karakternya mulai melejit melalui berbagai film dan komik. Karena sudah lama tidak mengikuti cerita mengenai empat kura-kura ninja ini, Rini pun kembali membaca cerita-ceritanya sebagai persiapan untuk menggarap animasi filmnya.

“Mesti baca-baca lagi,” ujar Rini sambil tertawa. “Soalnya sudah lama tidak mengikuti ninja turtle. Dulu masih kecil waktu film kartunnya (ada) di televisi. Jadi sekarang membaca-baca lagi dan juga menyesuaikan dengan adaptasi di film yang baru ini,” tambahnya.

rini sugianto dan ninja turtles di indonesiaproud wordpress comSenang tentunya bisa menggarap film besar yang ikut diproduseri sutradara kenamaan Michael Bay. Ditambah lagi, film Teenage Mutant Ninja Turtles ini memang sudah sangat dinanti oleh para fans dan diharapkan bisa menaikkan pendapatan dari film-film Hollywood yang menurun di musim panas tahun ini. Namun, hal ini justru menjadi tantangan bagi tim animasi, termasuk Rini sendiri.

“Ini agak mirip dengan film-film besar seperti Hobbit, karena fan basenya sudah banyak. Apalagi untuk film Ninja Turtle sudah banyak film-film sebelumnya. Jadi penggemarnya sudah ada gambaran sendiri. Seperti apa karakter dan personalitinya. Mereka punya persepsi masing-masing,” papar Rini. “Kita agak kerepotan untuk membuat everyone happy. Dan karena ini salah satu film yang ditunggu-tunggu, jadi pressure-nya lebih besar,” tambah perempuan yang hobi mendaki gunung ini.

Beban yang dirasakan berubah menjadi rasa lega, ketika melihat namanya terpampang di bagian akhir filmnya. “Selalu senang ya. Kerja keras untuk menyelesaikan filmnya, bisa di liat di teater dan nama di credit title nya membuat saya merasa being part of the team,” kata Rini.

Rencananya sebentar lagi Rini akan kembali menggarap animasi untuk film berikutnya. “Ada beberapa proyek. Film superhero, tapi masih belum bisa bilang,” kata Rini.

Sumber: voaindonesia.com (18/09/14)

One Comment leave one →
  1. Desember 1, 2014 11:35 am

    Jadi kepingin jadi animator nih…Hebatt mba Rini, hebattt..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: