Skip to content

Utomodeck Metal Works: Pemecah Rekor Dunia Dari Surabaya

Oktober 10, 2014

Utomodeck di indonesiaproud wordpress comIndonesia patut berbangga atas produk dan inovasi karya anak bangsa, yakni PT Utomodeck Metal Works (UMW), meraih penghargaan nasional dan internasional. Perusahaan atap tanpa sambungan ini meraih Steel Award dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk proyek Bandara Juanda Terminal 2, pemenang Metode Konstruksi Karya Kontruksi Indonesia (KKI) 2014 dari Menteri PU Djoko Kirmanto, tercatat di Rekor Bisnis Indonesia (REBI) sebagai produsen atap tanpa sambungan dengan mobile system terbesar di Indonesia, Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk atap proyek PLTU Pacitan, dan tercatat di Guiness World Record sebagai atap tanpa sambungan terpanjang di dunia berukuran 200,9 meter.

“Kami memecahkan rekor itu pada September 2013,” ujar Anthony Utomo, Direktur sekaligus Owner UMW. “Dengan produk atap tanpa sambung yang sudah kami patenkan, saya yakin dapat bersaing. Kami juga terus berinovasi untuk mengembangkan produk-produk terbaru yang lebih modern,” ujarnya di sela-sela acara Utomo Deck Raih Guinness Records World di Surabaya.

Semua penghargaan tersebut diraih UMW karena perusahaan menyediakan solusi atap tanpa sambungan dengan teknologi mobile system yang memungkinkan penutup atap dapat di produksi di tempat, custom size, dan sesuai dengan panjang bangunan shelter atau pabrik.

Inovasi ini lahir dari keinginan UMW untuk memberi terobosan dari produsen atap konvensional yang umumnya memproduksi atap dalam ukuran tertentu saja. Sedangkan atap impor, terhambat potongan panjang karena hambatan transportasi, yakni hanya 12 meter per lembar di dalam kontainer.

Oleh karena itulah, perusahaan yang berdiri sejak 1976 ini, mengubah paradigma produsen atap nasional menjadi penyedia solusi atap. Salah satunya dengan teknologi yang memproduksi atap secara custom made, tanpa sambungan sesuai panjang bangunan, nok crimping anti tampias, atap insulasi polyurethane maupun atap meruncing (tapered roof) bangunan ekstrem seperti donut pada stadium olahraga.

“Kalau di pabrik atau industri roti ada fresh from oven, maka kami fresh from the machine scera mobile yang pertama dalam industri atap.” ujar Anthony.

Jadi, seperti memindahkan pabrik, semuanya dibuat di lokasi proyek dan langsung dipasang. Dengan sistem atap yang greenship, emisi karbon akibat transportasi atap bentuk jadi dari pabrik yang cukup tinggi bisa ditekan. Dengan konsep dan teknologi ini, pengguna Utomodeck menuai manfaat efisiensi biaya, hemat waktu dan tenaga kerja dalam pengerjaan, hemat bahan baku, dan risiko kerusakan akibat handling juga minim.

“Kedepan, kami akan membuat cabang di seluruh Indonesia, setidaknya di kota-kota besar, masuk ke pasar yang lebih luas dan melayani UKM hingga perumahan serta membuka diri menjadi local partner bagi perusahaan dan investor luar negeri.” tutup Anthony.

Sumber: majalah Tempo (29/09/14), jawapos.com (24/06/14)

2 Komentar leave one →
  1. Agung Widyatmoko permalink
    Januari 23, 2016 11:35 am

    bagus inovasi ug tlah tercipta, selamat, ! smg makin sukses ke depan. maaf apakah sdh melayani kebutuhan genteng partai kecil ? misalnya hanya untuk rumah tinggal misalnya. mksh

Trackbacks

  1. Interview : Pioner Atap Tanpa Sambungan yang Mendunia | Majalah Indonesian Industry OnlineMajalah Indonesian Industry Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: