Skip to content

Max Gunawan: Pengusaha Asal Indonesia yang Idenya Sukses Diperebutkan Investor Amerika

Februari 19, 2015

lumio max gunawan di indonesiaproud wordpress com

Max Gunawan adalah seorang pengusaha muda yang besar sebagai arsitek. Ide-ide cemerlang yang kreatif dan inovatif mampu membuat namanya melambung di industri Amerika. Bahkan, salah satu idenya diperebutkan oleh 5 investor besar dari Negeri Paman Sam itu.

Max memperkenalkan Lumio, lampu multifungsi berbentuk buku yang dapat menerangi gelapnya hidup anda, gelap dalam arti sesungguhnya. Dalam sebuah acara reality show, Shark Tank episode 15 yang ditayangkan pada 16 Januari 2015 lalu, Max Gunawan selaku founder dan perancang Lumio mempresentasikan produk lightning solution-nya itu kepada para dewan juri.

Max berhasil meyakinkan dewan juri, Robert Herjavec, untuk menginvestasikan modal sebesar USD 350.000 untuk Lumio, dengan pembagian saham 10 persen. Sebelum dipertunjukkan dalam acara tersebut, Mark Cuban, salah satu dewan juri, sudah mengetahui produk tersebut dan memberitahun People Magazine bahwa Lumio merupakan hadiah yang harus dimiliki lampu terkeren yang pernah ia lihat.

Pada awal pengembangannya, pria kelahiran Jakarta dan saat ini menetap di San Fransisco itu berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 500.000 dari Kickstarter pada Maret 2013 dengan jumlah backers lebih dari 5.000 orang.

Pengguna dapat menggunakan Lumio dengan mudah, cukup buka Lumio layaknya membuka buku, maka lampunya akan menyala terang benderang di mana bukaannya dapat mencapai 180 derajat (membentuk lingkaran). Lumio dilengkapi oleh magnet yang kuat pada permukaan kofernya, sehingga dapat ditempelkan dengan mantap di permukaan metal. Dengan Lumio, pengguna bisa mendapatkan cahaya lebih mudah dengan cara elegan di manapun mereka berada.

Pada awalnya…

Max adalah seorang arsitek yang besar di Jakarta. Keterbatasan semasa kecil membuatnya “terpaksa” mengembangkan kreativitas demi mainan yang diinginkan. Dalam sebuah sesi TEDx Talks Max menceritakan masa kecilnya di Jakarta yang memotivasinya mengambil jalur arsitektur sebagai jalan hidupnya.

“Semasa kecil saya selalu iri pada hal yang tidak bisa kami miliki. Liburan ke luar negeri bersama keluarga, mainan Transformer milik teman yang terkesan wow, dan masih banyak hal lain yang tidak bisa kami punya. Suatu hari ayah saya datang dengan sebutir jeruk Bali. I got excited, bukan karena apa yang bisa saya makan. Melainkan apa yang bisa saya lakukan setelahnya.” lanjutnya.

Max kecil kemudian menggunakan kulit jeruk Bali sebagai bahan untuk membuat mobil-mobilan sederhana. “Saya menggunakan kulitnya sebagai badan mobil, 4 tutup botol sebagai roda, dan seutas tali sebagai penariknya.”

Penonton TEDx Talks yang kebanyakan orang Amerika sedikit tergelak mendengar cerita Max. Namun inilah awal mula ketertarikan Max pada desain produk, yang kemudian mendorongnya mengambil jurusan arsitektur saat kuliah di Connecticut, AS.

Pekerjaan di korporasi besar memang membuat Max tercukupi secara finansial. Tapi jauh dari rasa tergenapi. Sebuah pertemuan budget planning membuatnya tersadar bahwa dia harus segera hengkang dari pekerjaannya dan menggeluti hal yang menarik hatinya selama ini.

max gunawan indonesiaproud wordpress com“Saya suka menciptakan dan mendesain sesuatu. Tapi pekerjaan ini tidak memberikanku kesempatan untuk melakukan hal itu. Gajinya besar, it looks good on paper, good title. Dalam pekerjaan ini satu-satunya yang harus saya lakukan adalah memastikan pekerjaan berjalan cepat, dengan biaya serendah mungkin. Akhirnya dalam sebuah pertemuan perencanaan anggaran saya merasa tidak bisa lagi melanjutkan semua ini. Inilah titik balik dalam hidup yang membuat saya menciptakan Lumio.” jelasnya.

Lumio, produk andalan Max adalah sebuah lampu portable yang diciptakan dalam bentuk menyerupai buku. Lampu ini bisa digunakan di manapun, ditempelkan di manapun — selama diletakkan di atas permukaan berbahan dasar metal.

“Pada tahun 2013 akhirnya saya memutuskan mengambil resiko dengan menekuni Lumio dan meninggalkan pekerjaan di korporasi. Karena tidak memiliki modal yang cukup saya berusaha mengumpulkan modal lewat laman Kickstarter. Pada awalnya saya hanya ingin mengumpulkan 6o ribu dolar saja, tapi berakhir dengan 580 ribu dolar, 10 kali lipat lebih besar dari yang saya butuhkan.” ujarnya.

Max kemudian hijrah sesaat ke Cina, demi proses produksi Lumio. Ia menunggui proses produksi langsung di pabriknya, agar tidak ada standar yang lepas dari pengamatannya. Shark Tank, reality show yang digawangi pebisnis sukses Amerika Serikat memperebutkan ide brilian Max untuk mereka danai. Pada 21 Januari lalu Max muncul dengan Lumio-nya untuk mendapatkan modal sebesar 250 ribu dolar dengan share 8% untuk perusahaannya.

The Sharks, sebutan bagi para investor yang akan menggelontorkan dana, tampak tertarik dengan prototype produk yang ditunjukkan oleh Max. Ketertarikan tersebut makin terlihat ketika Max mengeluarkan prototype terbarunya, dalam ukuran handy. Ketertarikan The Sharks semakin terlihat pasca Max menjelaskan bagaimana bisnis ini bisa berkembang. Dalam setahun Max bisa mendapatkan 1 juta dolar tanpa advertising dan strategi marketing.

Robert Herjavec, CEO The Herjavec Group,  adalah orang pertama yang menawarkan investasi sebesar 250 ribu dolar dengan 10% bagian untuk Lumio. Tapi persaingan terus berlangsung, keempat Sharks menawarkan investasinya dalam nominal yang beragam. Di akhir proses tawar menawar Robert akhirnya merevisi tawarannya dengan meningkatkan investasinya sebesar 100 ribu dolar menjadi 350 ribu dolar dengan share bagi Lumio tetap 10%.

Max memilih Robert sebagai investornya setelah tawaran terakhir tersebut dikeluarkan. Datangya tawaran dari 5 Sharks merupakan momen yang langka dalam reality show ini. Max menunjukkan bahwa bisnis bukan sekadar soal ide brilian saja. Kegigihan, keuletan, dan visi yang jelas lah yang membuat Lumio tak bisa dianggap remeh.

Max adalah contoh nyata bahwa bisnis tidak bisa hadir dan sukses dalam semalam. Lumio adalah bukti nyata bahwa tak peduli sebrilian apa pun ide yang kamu miliki, semua tak akan berarti tanpa adanya visi. Keberhasilan Max menarik mata investor tak bisa dilepaskan dari kerja keras dan visi yang ia miliki selama ini.

Max Gunawan hanyalah salah satu contoh pebisnis Indonesia yang berhasil menarik perhatian dunia. Dulu dia juga hanya bocah Jakarta biasa, menjalani harinya seperti aktivitas sehari-hari kita. Untuk Lumio, anda dapat membeli dari retailer maupun online dari situs resminya di sini.

Sumber: Nendra rengganis, (hipwee.com, 27/01/15), kotakgame.com (22/01/15)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: