Skip to content

Manuela Wijayanti, Peraih Edward L. Ryerson Fellowship 2015 di AS

Juli 29, 2015

Manuela Wijayanti di indonesiaproud wordpress comManuela Wijayanti, mahasiswi Bachelor of Fine Arts di bidang seni lukis dan menggambar asal Indonesia, meraih penghargaan bergengsi, Edward L. Ryerson Fellowship 2015, dari The School of the Art Institute of Chicago (SAIC) atau Sekolah Institut Seni Chicago, Amerika Serikat atas karya penelitiannya berupa manuskrip dan artefak tentang bumi.

“Merasakan bagaimana bumi itu sebelum dijamah manusia dan saya ‘menemukan’ bumi ini. Sebagai seniman, saya mencoba menghormati perspektif mereka, yaitu para ilmuwan, pengamat, ahli geologi, dan filsafat. Tetapi, dalam proses membuat karya itu, saya harus lebih dulu melupakan semua yang saya tahu tentang bumi,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Ellawijt.

 Selama tiga tahun, Ellawijt berproses mengerjakan karyanya tersebut, baik melalui riset laboratorium maupun mengumpulkan koleksi beragam benda bumi. Lewat karyanya itu, dia mengaku mendapat nilai-nilai baru bagi dirinya dan mungkin juga untuk orang lain.

“Bahwa sebagai manusia itu rasa ingin tahu kita tak boleh berhenti di satu titik ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita cari, tetapi juga harus menjaga hal-hal yang belum kita tahu dan memohon petunjuk bumi untuk tahu lebih banyak lagi untuk membentuk perspektif kita, menjadi manusia yang kreatif,” ujar Ellawijt.

“Jangan berhenti bertanya dan menemukan jawaban dengan cara menghargai makhluk satu sama lain. Cobalah lakukan apa yang menurut kita tak mungkin berhasil. Proses itu penting, bahkan lebih penting dari hasil,” kata peraih beasiswa di Nanyang Academy of Fine art, Singapura, pada 2013 lalu itu.

artefak ellawijt di indonesiaproud wordpress com

Adapun The School of the Art Institute of Chicago atau SAIC tahun ini mengumumkan empat penghargaan paling bergengsi, yaitu The 2015 Jacques and Natasha Gelman Graduate Fellowships, The Claire Rosen and Samuel Edes Foundation Prize for Emerging Artists, The Toby Devan Lewis Fellowship, serta The Eldon Danhausen Sculpture Fellowship.

Selain Ellawijt, mahasiswa lain asal Indonesia yang meraih penghargaan bergengsi tahun ini adalah Leonard Suryajaya lewat karya fotografi. Leonard meraih penghargaan The Claire Rosen and Samuel Edes Foundation Prize for Emerging Artists.

Sumber: kompas.com (27/07/15)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: