Skip to content

Habiburrahman El Shirazy Raih Penghargaan Istanbul Foundation di Turki

November 25, 2015

habiburrahman el shirazy di indonesiaproud wordpress comNovelis religius Habiburrahman El Shirazy, yang akrab disapa Kang Abik, lewat karyanya Api Tauhid memperoleh penghargaan dari lembaga ilmu pengetahuan dan budaya dengan reputasi internasional, yakni Istanbul ilim ve kültür vakfı atau The Istanbul Foundation for Science and Culture pada 19 November 2015 di kawasan Fatih Istanbul, Turki.

“Penghargaan ini diberikan kepada Habiburrahman El Shirazy, atas peran sertanya dalam mengenalkan tokoh dan ulama Turki, Bediuzzaman Said Nursi, dengan karyanya yang berjudul ‘Api Tauhid’,” kata Sekretaris Jenderal Istanbul Foundation Prof Dr Faris Kaya.

Selain piagam dan vandel penghargaan, Istanbul Foundation juga memberikan hadiah berupa fasilitas untuk Kang Abik jika mau menulis novel lainnya selama beberapa bulan di Turki.

Faris Kaya (kiri) dan Hasbi Sen (kanan)

Faris Kaya (kiri) dan Hasbi Sen (kanan)

Kang Abik tidak bisa hadir saat penganugerahan itu karena sedang berada di Tanjung Malim, Perak, Malaysia. Penulis novel Ayat-Ayat Cinta itu menunjuk wakilnya, Hasbi Sen, direktur Nur Semesta Jakarta, untuk menerima penghargaan tersebut.

Habiburrahman El Shirazy merupakan sastrawan dan penulis Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan dari lembaga bergengsi di Istanbul itu.

Dalam Api Tauhid, Kang Abik banyak menceritakan kisah sang tokoh utama, dan juga menukilkan kata-kata hikmah yang disampaikan Baiduzzaman Said Nursi. Ulama dan pahlawan Turki ini berjuang tanpa kenal lelah. Bahkan, saat di penjara pun, Said Nursi masih mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya. Perjuangan yang tak kenal lelah dalam menegakkan ‘Api Tauhid’ di Turki ini, menempatkan Said Nursi sebagai tokoh besar. Ulama ini pun dijuluki dengan nama ‘Badiuzzaman’ (Keajaiban Zaman).

Kang Abik mengaku bahagia dan bersyukur atas anugerah itu. “Alhamdulillah, bahagia. Dan terima kasih kepada Istanbul Foundation yang memberikan penghargaan dan apresiasi kepada karya sastra dari Indonesia. Api Tauhid memang menulis tentang Bediuzzaman Said Nursi dan beliau tokoh besar yang sangat dihormati di Turki dan dunia Islam,” ujarnya.

Kang Abik berharap, dengan membaca Api Tauhid, masyarakat Indonesia semakin dekat dan mengenal lebih dalam tentang sosok ulama yang bernama Said Nursi itu serta dapat meneladani dakwahnya. “Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya, untuk Indonesia dan dunia. Karena yang memberikan Istanbul, meski sederhana, bagi saya ini setara hadiah nobel. Bahkan spiritnya lebih dari nobel, sebab ini spirit imperium Turki Ustmani,” lanjutnya.

Penghargaan ini juga melengkapi berbagai penghargaan yang diterima Kang Abik. Pada 2008, Kang Abik dinobatkan sebagai Novelis Nomor 1 Indonesia oleh Insani Press Undip, Tokoh Perubahan Republika (2007), Adab Award dalam bidang novel Islami diberikan oleh Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2008), Sastra Nusantara Award sebagai sastrawan kreatif yang mampu menggerakkan masyarakat membaca sastra oleh Pusat Bahasa dalam Sidang Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2008, Paramadina Award (2009), Anugerah Tokoh Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara Tingkat Asia Tenggara yang diberikan oleh Ketua Menteri Negeri Sabah, Malaysia (2012).

Sumber: republika.co.id (20/11/15)

One Comment leave one →
  1. Januari 4, 2016 11:35 pm

    Luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: