Skip to content

6 Peneliti Indonesia Raih Early Chemist Award di Amerika Serikat

Desember 22, 2015
ali khumaeni n chemist award di indonesiaproud wordpress com

Dave Mangindaan (Pertama dari Kiri), Sri Fatmawati (Kedua dari Kiri) Ali Khumaeni (Kedua dari Kanan) & Lukman Hakim (Pertama dari Kanan)

Enam peneliti dan dosen muda Indonesia mengharumkan nama bangsa dengan meraih penghargaan Early Chemist Award di Simposium Kimia Internasional Pacifichem 2015 di Honolulu, Hawaii, AS yang berakhir 20 Desember 2015. Early Chemist Award merupakan penghargaan bagi para peneliti muda bidang kimia dan ilmu spektroskopi.

Keenam peneliti dan dosen muda Indonesia itu adalah Ali Khumaeni (jurusan Fisika Universitas Diponegoro, Semarang), Sri Fatmawati (jurusan Kimia ITS Surabaya), Noviyan Darmawan (jurusan Kimia IPB), Lukman Hakim dan Aprilia Tasfiyati (Universitas Brawijaya Malang), serta Dave Mangindaan (jurusan Teknik kimia Universitas Parahyangan, Bandung). Bersama 40 peneliti lainnya, karya penelitian mereka dinilai paling inovatif pada 2015.

“Penerima penghargaan ini dipilih berdasarkan novelti makalah, dan pengalaman penelitian serta hasil publikasi di bidangnya,” kata Ali Khumaeni (21/12).

Dalam simposium Pacifichem 2015, Khumaeni membahas metode baru spektroskopi plasma laser (laser-induced breakdown spectroscopy – LIBS) untuk analisis pengotor logam berat pada tanah “secara cepat dan hasil sensitivitas tinggi.”

“Dengan metode baru ini, serbuk tanah tidak perlu dibuat pelet atau perlakuan sampel yang rumit,” ujarnya.

Metode LIBS, menurutnya, saat ini telah berkembang pesat sebagai alat deteksi cepat kandungan unsur dan molekul dengan konsentrasi rendah pada berbagai material.

“Baik itu di bidang lingkungan, geologi, kesehatan, industri logam, industri farmasi, industri makanan, dan industri lainnya,” jelas Khumaeni.

Sementara itu, Darmawan membawakan topik pembangkitan emisi fosforesensi daerah dekat-ultraviolet dari Iridium (III) kompleks.

Sedangkan Fatmawati menyajikan hasil penelitian tentang penggunaan ekstrak berbagai tanaman Indonesia (obat tradisional indonesia) untuk komplikasi anti-diabetik.

Di hadapan tim penilai, Mangindaan menguraikan makalahnya tentang penggunaan polyimide membranes dehidrasi pervaporasi acetone.

Wakil dari Universitas Brawijaya, Aprilia mengemukakan topik monolith berbasis polimer organik untuk pemisahan sampel DNA secara cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

Adapun Lukman Hakim mempresentasikan penelitiannya tentang penyimpanan hidrogen molekular pada struktur es yang terisi.

Pacifichem 2015 merupakan simposium terbesar bidang kimia dan ilmu spektroskopi khususnya di wilayah Asia Pasifik yang berlangsung  setiap 5 tahun sekali sejak 1984. Pada tahun ini, ada lebih dari 18.000 makalah dari 71 negara yang didaftarkan.

Sumber: bbc.com (21/12/15)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: