Skip to content

Indonesia Raih Juara Dunia 12th UNWTO Award di Madrid, Spanyol

Januari 22, 2016

12 unwto awards di indonesiaproud wordpress com

Kabar menggembirakan datang dari dunia pariwisata. Indonesia, yang diwakili Banyuwangi, berhasil meraih Juara Dunia dalam ajang United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Awards for Excellence and Innovation in Tourism ke-12 pada 20 Januari 2016 di Madrid, Spanyol.

Banyuwangi terpilih sebagai “The Winner of Re-Inventing Government in Tourism” dalam kategori UNWTO Awards for Innovation in Public Policy Governance” atau “Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan”. Selain Banyuwangi, Lithuania menjadi yang terbaik pada kategori ”Inovasi Dunia Usaha”, Nepal untuk ”Inovasi Organisasi Nonpemerintah”, dan Brasil untuk kategori ”Inovasi Riset dan Teknologi Pariwisata”.

Ajang internasional bergengsi yang diselenggarakan sejak 18 Januari 2016 tersebut merupakan penghargaan inovasi di sektor pariwisata yang diselenggarakan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi sektor Pariwisata dunia, yaitu UNWTO.

Banyuwangi menjadi pemenang setelah bersaing ketat dengan 3 negara lainnya dalam kategori yang sama, yakni Kenya, Kolombia dan Puerto Rico. Indonesia menjadi satu-satunya negara dengan tiga nominasi sekaligus bersaing dengan 109 proyek lainnya yang digagas oleh berbagai negara, yaitu: Kolombia, Kenya, Puerto Rico, Lithuania, Spanyol, Swiss, Kamboja, Nepal, Afrika Selatan, Kroasia, dan Korea Selatan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa penghargaan ini bermakna strategis, terutama dalam mengangkat citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Setelah aksi terorisme belum lama ini, pariwisata Indonesia dikhawatirkan dibayang- bayangi penurunan jumlah kunjungan wisatawan.

bupati banyuwangi azwar anas di indonesiaproud wordpress com”Dengan penghargaan ini, Kementerian Pariwisata dan semua daerah bisa bersama-sama menunjukkan ke dunia bahwa pariwisata Indonesia terus berkembang, tetap aman karena semua stakeholder sama-sama menjaganya,” kata Anas.

Dia memaparkan, dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata di Banyuwangi memang terus menggeliat. Kunjungan wisatawan Nusantara melonjak 161% dari 651.500 orang (2010) menjadi 1.701.230 orang (2015).

Ada pun wisatawan mancanegara meningkat 210%. Geliat bisnis dan pariwisata juga ditunjukkan lewat lonjakan jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi yang mencapai 1.308% dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015). Pariwisata juga ikut menggerakkan ekonomi warga. Pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melonjak 62% dari Rp20,8 juta (2010) menjadi Rp33,6 juta per kapita per tahun (2014).

Banyuwangi sukses mempresentasikan tema besar strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan pada 18 Januari 2016 dalam event 12th UNWTO Awards Forum di Madrid, Spanyol. Program yang digadang Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di bidang pariwisata.

Selain itu, Banyuwangi juga memaparkan bagaimana daerahnya mengidentifikasi potensi wisata yang dimilikinya, menjaga kearifan lokalnya, hingga pengembangan pariwisata bersama stakeholder. Faktor penentu perkembangan pariwisata Banyuwangi adalah dicanangkannya program ekoturisme yang berpatokan pada dua hal, yaitu budaya dan keindahan alam.

Capaian Banyuwangi juara dalam 12th UNWTO Award menjadi hal istimewa mengingat sejak 2003 atau sejak awal bergulirnya ajang penghargaan tersebut, Indonesia tidak pernah sekalipun berhasil keluar sebagai juara. Indonesia menempatkan wakil di 3 kategori, 2 kategori menjadi The 1st Runner Up, dan menjadi juara 1. Dengan keberhasilan itu berhasil mengangkat pariwisata Indonesia dan semakin diakui dunia Internasional.

Selain Banyuwangi, wakil Indonesia yang turut menjadi finalis di dua kategori lain adalah Garuda Indonesia  mendapatkan nomine “Innovation in Enterprises” dengan program “Bali Beach Clean Up” dan Yayasan Karang Lestari melalui program “Coral Reef Reborn” dalam katregori “Innovation in Non-Governmental Organizations”.

Ajang United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Awards for Excellence and Innovation in Tourism ke-12 memiliki 4 nominasi, yaitu: UNWTO Award for Innovation in Public Policy and Governance, UNWTO Award for Innovation in Enterprises, UNWTO Award for Innovation in Non-Governmental Organizations, dan UNWTO Award for Innovation in Research and Technology.

UNWTO sendiri adalah organisasi pariwisata dunia yang merupakan bagian dari PBB. UNWTO saat ini beranggotakan 157 negara, 6 anggota asosiasi, dan 480 anggota afiliasi dari sektor swasta, lembaga pendidikan, serta otoritas pariwisata.

UNWTO menawarkan dukungan dalam memajukan pengetahuan tentang kebijakan pariwisata di seluruh dunia. Sebagai organisasi internasional terkemuka di bidang pariwisata, UNWTO bertugas mempromosikan pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang inklusif dan kelestarian lingkungan.

Berikut rincian pemenang utama 12th UNWTO Award:

Inovasi kebijakan publik:
1. Indonesia (Banyuwangi)
2. Medellin, Colombia.
3. Puertorico

Kategori NGO:
1. Nepal
2. Indonesia (Bali)
3. Kamboja

Kategori enterprises:
1. Lithuania
2. Indonesia (Garuda)
3. Switzerland.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya merasa bangga karena penghargaan internasional tersebut akan menaikkan level imej Wonderful Indonesia, apalagi dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel, berstandar internasional, dan punya reputasi panjang di bidang pariwisata.

Penghargaan dari UNWTO ini melengkapi pencapaian sebelumnya, di mana Indonesia merebut tiga penghargaan sekaligus dalam ajang World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 di Dubai, Uni Emirat Arab. Kepuasan lain yang dirasakan Menpar adalah karena Indonesia mampu melibas ‘rival’ Malaysia dalam kedua ajang tersebut.

Sumber: nationalgeographic.co.id (21/01/16), koran-sindo.com (22/01/16)

One Comment leave one →
  1. Februari 10, 2016 11:35 am

    Ternyata Indonesia telah banyak meraih penghargaan di awal tahun 2016. Pastinya masyarakat Indonesia bangga menjadi salah satu Warga Negara Indonesia. Untuk itu, sektor parawisata di Banyuwangi itu tepat nya dimana ya? Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: