Skip to content

Eka Kurniawan: Novelnya Masuk Nominasi The Man Booker International Prize 2016

Maret 11, 2016

 man tiger eka kurniawan di indonesiaproud wordpress com

Penulis Indonesia kembali bicara di kancah internasional. Kali ini, Man Tiger, novel karya Eka Kurniawan, masuk  nominasi The Man Booker International Prize 2016 yang diumumkan di London, Inggris pada 10 Maret 2016.

The Man Booker Internasional Prize adalah salah satu ajang penghargaan menulis paling prestisius di dunia yang digelar sejak 1968. Ajang ini awalnya dikenal sebagai Booker-McConnell Prize atau The Man Booker dan digelar khusus untuk para penulis berkebangsaan Inggris dan Britania Raya. Namun pada tahun 2005 dan selanjutnya digelar dua tahun sekali (mulai tahun 2016 direncanakan setahun sekali), penyelenggara memperluas jangkauan ke seluruh dunia.

Para penulis di luar Inggris yang pernah menjadi pemenang adalah Philip Roth (2011) dan Lydia Davis (2013) dari Amerika Serikat. Pemenang lainnya adalah Ismail Kadare, penulis Albania (2005), Chinua Achebe, penulis Nigeria (2007), dan Alice Munro asal Kanada (2009). Pada penyelenggaraan tahun 2015, dewan juri memilih penulis berkebangsaan Hungaria, Laszlo Krasznahorkai, sebagai pemenang.

Sepanjang sejarah penyelenggaraan, belum pernah ada penulis Indonesia yang berhasil masuk nominasi. Bahkan tak seorang pun penulis Asia Tenggara. Penulis Asia yang paling sering masuk nominasi adalah penulis India, yakni sebanyak tiga kali, lewat Mahasweta Devi (2009), U R Ananthamurthy (2013) dan Amitav Ghosh (2015). Disusul Lebanon dan China dengan dua penulis. Lebanon melalui Amin Maalouf (2011) dan Hoda Barakat (Lebanon, 2015), sedangkan China lewat Su Tong (2011) dan Yan Lianke (2013). Nama lain adalah Naguib Mahfouz dari Mesir (2005), Kenzaburo Oe dari Japan (2005), dan Intizar Hussain dari Pakistan (2013).

Eka Kurniawan memecahkan kebuntuan itu. Tahun ini ia masuk nominasi bersama 12 penulis terpilih, termasuk tiga penulis dari Asia, yang dua di antaranya sudah pernah masuk nominasi, yaitu Yan Lianke dan Kenzaburo Oe. Seorang lainnya adalah Han Kang (Korea Selatan).

Para penulis yang masuk nominasi tersebut adalah:
– Jose Eduardo Agualusa (Angola), A General Theory of Oblivion
– Elena Ferrante (Italia), The Story of the Lost Child
– Han Kang (Korea Selatan), The Vegetarian
– Maylis de Kerangal (Perancis), Mend the Living
– Eka Kurniawan (Indonesia), Man Tiger
– Yan Lianke (China), The Four Books
– Fiston Mwanza Mujila (Republik Demokratik Kongo/Austria), Tram 83
– Raduan Nassar (Brazil), A Cup of Rage
– Marie NDiaye (Perancis), Ladivine
– Kenzaburo Oe (Jepang), Death by Water
– Aki Ollikainen (Finlandia), White Hunger
– Orhan Pamuk (Turki), A Strangeness in My Mind
– Robert Seethaler (Austria), A Whole Life.

Novel Man Tiger karya Eka Kurniawan merupakan versi Inggris dari Lelaki Harimau, yang terbit pertama kali tahun 2004, dan berkisah tentang Margio, remaja yang di dalam tubuhnya bersemayam harimau jadi-jadian. Novel ini telah tiga kali dicetak ulang dan dialihbahasakan ke bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman.

Selain Man Tiger, novel Eka berjudul Beauty of Wound yang merupakan versi terjemahan Cantik Itu Luka, juga mendapatkan apresiasi tinggi dari pembaca. Beauty of Wound dilirik oleh The New Yorker dan New York Times dan dibahas di kolom resensi mereka yang prestisius.

Sumber: medan.tribunnews.com (10/03/16)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: