Skip to content

Garin Nugroho Raih Penghargaan Ordre des Arts et des Letters dari Prancis

April 30, 2016

garin nugroho di indonesiaproud wordpress com
Sutradara Garin Nugroho meraih penghargaan Ordre des Arts et des Letters atau penghargaan bidang seni dan sastra yang diberikan pemerintah Prancis awal pekan ini di Jakarta. Tokoh yang pernah menerima lencana berbentuk bunga berkelopak delapan dengan pita hijau bergaris putih itu antara lain Bob Dylan, Elton John, Leonardo di Caprio, Quincy Jones, Sean Connery, Wongkar Way, hingga Bono, vokalis band U2.

Lencana tersebut dipamerkan Garin di kediamannya di Jalan Jayeng Prawiran Purwokinanti, Yogyakarta (28/4). Menurut Garin, dia mendapat penghargaan tersebut bukan karena film yang dibuatnya, tetapi karena rekam jejaknya melalui film, dunia bisa melihat miniatur Indonesia secara lebih utuh, kritis, dan independen.

“Saya lahir dengan karya di tengah krisis perfilman nasional pada tahun 90-an, ketika Indonesia hanya punya film genre seks yang murah-murah itu,” kata pria yang sedang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Yogyakarta ini.

Pemerintah Prancis, kata dia, mengamati sejumlah karyanya yang memotret Indonesia sebagai miniatur dengan beragam cerita dan latar budaya, sosial, dan kemanusiaan. Gambaran tentang Indonesia ini jarang dibidik pembuat film lain. “Mereka menyukai cara kerja saya serta tim yang independen dan kritis,” tuturnya.

Salah satunya adalah film Tjokroaminoto yang menggambarkan peta politik Indonesia pertama pada 1910. “Meskipun Tjokroaminoto tidak populer, saya tetap mengangkat kisahnya karena itu sejarah politik pertama Indonesia,” ucap Garin.

Garin juga pernah mengangkat sisi kepahlawanan dari kelompok minoritas yang selama ini diabaikan. Seperti film Soegija yang dibuat Garin untuk menggambarkan peran minoritas dalam era transisi kemerdekaan Indonesia pada 1949.

Saat isu otonomi dan juga desentralisasi menguat di Tanah Air dengan salah satu fokusnya Papua, Garin pun menggunakan momentum itu demi melahirkan karya Aku Ingin Menciummu Sekali Saja.

“Teater saya, Opera Jawa, juga sempat tampil di Prancis, jadi penghargaan itu juga berasal dari situ,” ujarnya.

Sumber: tempo.co (29/04/16)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: