Skip to content

Rafi Jaya & Suprihatin: Lewat Limbah Singkong dan Pisang Raih Emas IYIPO di Georgia

Agustus 20, 2016

iyipo 2016 di indonesiaproud wordpress comDua siswa dari Pati, Rafi Jaya Sutrisna dan Suprihatin, mengharumkan nama bangsa dengan berhasil menyabet juara dan meraih emas dalam olimpiade sains internasional,  International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) yang digelar pada 21-23 April 2016 di Kota Tsibili Georgia.

Lewat penelitian limbah kulit singkong serta batang pisang, dua siswa tersebut berhasil menciptakan bahan komposit yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri otomotif  kapal dan pesawat terbang. Karya siswa kelas 11 SMA PGRI 2 Kayen, Pati ini berhasil menyisihkan 100 karya peserta lain dari 35 negara.

Suprihatin menuturkan bahwa ide awal penelitiannya ini ketika melihat banyaknya limbah kulit singkong yang tidak dimanfaatkan. Selama ini Kabupaten Pati dikenal sebagai salah satu penghasil ketela atau singkong terbesar di Jawa Tengah. Banyaknya kulit singkong yang dapat diolah menjadi bahan pembuatan tepung adalah awal penelitian mereka. Setelah melalui beberapa uji coba dan literatur ternyata limbah kulit singkong mengandung serat yang cukup baik sebagai bahan komposit.

Selanjutnya ke dua siswa tersebut melakukan pengembangan, tidak hanya menggunakan kulit singkong, tapi  juga menggunakan limbah serat batang pisang. Berdasarkan literatur yang ada serat pohon pisang, baru dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan uang kertas.

Proses pembuatan komposit atau bahan baku industri otomotif kapal dan pesawat ini diawali dengan menyiapkan karbon aktif yang berasal dari limbah kulit singkong yang sudah dicuci bersih, kemudian dikeringkan di bawah suhu 300 derajat.

Setelah itu dioven selama satu jam, pada suhu 100 derajat celcius sehingga menjadi seperti abu. Setelah menjadi karbon kemudian direndam menggunakan 10 persen H2SO4 selama dua jam kemudian dicuci dengan aquades hingga PH konstan, sehingga menjadi karbon aktif.

Setelah itu seluruh bahan kemudian dicampur dengan komposisi serat batang pisang sebanyak 7,5 persen sedangakan serbuk karbon aktif sebesar 2,5 persen, 89 persen menggunakan resin dan 1 persen katalis.

Ketiga bahan tersebut dicampur lalu diaduk dan dicetak. Setelah itu bahan tersebut dipanaskan dibawah terik matahari alami untuk beberapa hari.

Hasil karya limbah komposit dari dua pelajar yang dibuat dari limbah ini ternyata lebih tahan terhadap korosi dan memiliki bobot ringan. Selain itu mampu menaikan kuat tekan dan menurunkan titik nyala api atau tidak mudah terbakar.

“Saya tak menyangka hasil penelitian ini berhasil memperoleh medali emas dalam olimpiade sains international di Georgia. Saya berharap hasil karya ini bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh industri-industri di Indonesia,” ujar Suprihatin.

Sumber: manteb.com (02/05/16)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: