Skip to content

Mahasiswa Unibraw Juara Kompetisi HNMU di Harvard, AS

Maret 6, 2017
dinda-asri-di-indonesiaproud-wordpress-com

Dinda Asri

Mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim Unibraw berhasil menyabet juara dalam kategori lomba The Resolution Project, bertajuk “Social Venture Challenge” pada kompetisi Harvard National Model United Nations (HNMUN) ke-63, yang diadakan pada 16-19 Februari 2017, di Hotel Boston Park Plaza, Boston, Amerika Serikat.

HNMUN adalah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar oleh Harvard University yang merupakan konferensi Model United Nations yang tertua, terbesar dan paling prestisius, yang diikuti oleh 2000 delegasi dari 200 Universitas dan 70 negara dari seluruh penjuru dunia.

Ada delapan orang mahasiswa yang terpilih menjadi delegasi dalam konferensi tersebut. Kedelapan mahasiswa tersebut adalah Maya Kirana Putri (FEB 2013), Dinda Asri (Fisip 2013), Kartika Yanuar Budhi (FT 2013), Donny Ramadhan (FKG 2014), Sarah Fatihana Rangkuti (Fisip 2014), Talitha Vanya Sahaly (FH 2014), Fathur Rahman Utomo (FEB 2014), dan Michael Parasian (Fisip 2015).

hmun-ub-di-indonesiaproud-wordpress-comUntuk tahun ini, para delegasi dari Universitas Brawijaya mewakili negara Uganda dalam Disarmament and International Security (DISEC), Social, Humanitarian, and Cultural (SOCHUM), Legal Committee, Cabinet people of Bangladesh dan Press Corps.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan delegasi universitas dari berbagai negara itu, mereka membawa karya Social Venture Challenges on Resolution Project atau project teknologi terbarukan berupa Dental Magic Box (Dentmox),’ yaitu ‘Dental Magic Box with automatic Ultraviolet Basis Sterilizing Innovation’ dan berhasil menyingkirkan project-project dari tim unversitas lainnya dari penjuru dunia.

Dentmox  diprakarsai oleh Donny Ramadhan itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi yang bekerja sama dengan Fakultas Teknik, Teknik Elektro merupakan teknologi terbarukan di bidang kesehatan dan kedokteran gigi dilatarbelakangi oleh pemberian layanan kesehatan yang belum merata di daerah-daerah pelosok di Indonesia.

’Di daerah-daerah pelosok masih sangat banyak yang belum terjamah oleh adanya fasilitas dokter gigi ini yang dikarenakan oleh beberapa faktor,” tulis Donny.

”Project itu ditujukan lebih kepada bidang medis untuk para dokter gigi,” ujar Dinda Asri.

Project tersebut dilatarbelakangi oleh pemberian layanan kesehatan yang belum merata di daerah-daerah pelosok di Indonesia.

’Di daerah-daerah pelosok masih sangat banyak yang belum terjamah oleh adanya fasilitas dokter gigi ini yang dikarenakan oleh beberapa faktor,” kata Dinda.

Dalam kompetisi tersebut, Dinda membawa prototype dan sudah diperlihatkan di video sehingga meyakinkan para dewan juri untuk menjadi pemenang dalam kompetisi internasional bergengsi tersebut.

“Kami membuat prototype ini karena proses pembuatan alat projectnya memang memakan waktu dan biaya yang tak sedikit, jadi untuk menuju hasil akhir masih ada beberapa uji lab dulu untuk memastikan alatnya berfungsi atau tidak,” jelas mahasiswi kelahiran 3 Oktober 1994 ini.

Manfaat dari alat medis tersebut, jelas Dinda, tidak selalu harus bersentuhan langsung dengan objeknya. Namun dapat melalui berbagai media salah satunya penciptaan teknologi yang memudahkan profesi dokter gigi.

’’Jadi target utama kita kedepan dengan alat ini bisa menjangkau daerah rural dan terpencil sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Sumber: timesindonesia.co.id (20/02/17), nu.or.id (21/02/17)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: