Skip to content

Pianis Edith Widayani Raih Piala International Chamber Music Competition di Spanyol

April 25, 2017

Pianis Indonesia Edith Widayani menambah daftar anak bangsa sebagai pianis kelas dunia. Edith bersama Henry Chen yang tergabung dalam kelompok Eastman Duo berhasil meraih juara pertama kategori ‘Instrumen Terbaik’ di ajang kompetisi untuk grup musik paling bergengsi di Spanyol, serta salah satu yang paling prestisius di Eropa, Internasional Chamber Music Competition (ICMC) yang diadakan di taman nasional Ecoparque di Arnuero, Spanyol pada 7-9 April 2017 lalu.

Walaupun ini adalah kompetisi khusus untuk grup musik, tiap tahun selalu ada penghargaan “Instrumentalis Terbaik” dan tahun ini pun jatuh kepada Edith Widayani. Atas kemenangan ini, Eastman Duo akan diundang lagi untuk tur konser di Spanyol akhir tahun ini.

Pianis wanita kelahiran jakarta 27 tahun silam ini sejak kecil memang sudah mendapat dukungan dari kedua orang tuanya untuk bermusik. Saat usia 3 tahun, Edith tidak asing dengan tuts-tuts piano dan saat usianya 15 tahun menjadi pelajar yang lulus dengan usia termuda di Yayasan Pendidikan Sekolah Musik.

Setelah lulus, Edith mengasah kemampuannya jadi seorang pianis dengan belajar pada Dr. Johannes S. Nugroho, mantan Dekan Musik Universitas Pelita Harapan. Semakin serius dengan dunia musik, ia memutuskan untuk mengembangkan bakatnya di Beijing, China, di sekolah musik milik Prof. Ling Yuan.

Perjalanannya di dunia musik tidak berhenti disitu, ia mendapatkan beasiswa penuh di Eastman University School of Music, Texas Amerika Serikat. Dibawah asuhan DR. Tamas Ungar, Edith semakin mengokohkan bakatnya. Masih bergelut dengan dunia musik, ia kembali melanjutkan pendidikan program master di Eastman School of Music dan mendapatkan penghargaan bergengsi di ICMC tahun ini. Edith menyatakan bahwa, sekarang ini dalam program Doktor memang ia lebih ke arah performers dan konser yang ia berikan untuk kelas-kelas seminar. Ia menginginkan konser dan mengajarnya juga bisa berjalan dengan baik.

Edith memiliki sederet penghargaan membanggakan yang pernah ia raih. Di antaranya adalah juara Ananda Sukarlan Award untuk kategori Pianis Indonesia Terbaik tahun 2010, urutan pertama Jakarta International Open Piano Competition 2013, juara satu Koscioszko Foundation Chopin Piano Competition di New York pada 2014, atas pencapaiannya ia juga mendapatkan penghargaan dari Forum Internasional yang diadakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Berhasil mencantumkan nama di berbagai penghargaan, tak ayal membuat namanya semakin dikenal bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Dengan pengalamannya belajar di Indonesia, China, dan Amerika ia mampu memainkan mulai dari musik klasik, Indonesia, sampai khas China. Edith juga pandai dalam memainkan gu-zheng (alat musik tradisional China), serta gamelan Jawa. Kemampuannya dalam membawakan berbagai macam instrument tidak perlu diragukan lagi.

Ia pernah membawakan karya komponis abad 20 Prancis Poulence dalam satu malam. Karya Debussy, Haydn, Mozart, sampai Bethoven. Dari dalam negeri, ia pernah memainkan Rapsodia Nusantara no.8 yang diangkat dari lagu tradisional bertajuk O Ina ni Keke. Bakatnya membawa Edith mengitari sudut-sudut dunia untuk mempersembahkan permainan pianonya. Tercatat sudah berbagai negara yang ia kunjungi untuk menggelar konser mulai dari Kolombia, Amerika Serikat, Italia, Jerman, Hongaria, China, sampai Costa Rica. Baginya, musik dapat menghubungkannya dengan semua orang.

Menjadi mendunia bukan berarti Edith lupa akan tanah airnya. Ia mengaku ingin kembali ke Indonesia dan mengembangkan musik klasik di Indonesia.

Sumber: wanita.me (19/04/17), netralnews.com (12/04/17)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: