Skip to content

Naufal Raziq: Bocah Madrasah Penemu Energi Listrik dari Pohon Kedondong

Mei 8, 2017

Sekilas tidak ada yang istimewa atau tampil berbeda dari sosok Naufal Raziq, bocah asal Langsa Lama, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Naufal sesekali bertepuk tangan bersama ribuan anak-anak lainnya dan tampak ceria mengikuti acara saat menghadiri Pertamina Science Fun Fair 2016, yang digelar di Grand Atrium Kota Kasablanka Jakarta pada 29 Oktober 2016.

Namun siapa sangka, bocah yang duduk di kelas III MTS Negeri Langsa Lama ini mampu menerangi kehidupan warga di desa tempat dia tinggal. Dengan temuannya, kegelapan yang selama ini membelenggu desanya karena belum ada jaringan listrik, Langsa Lama, menjadi terang-benderang.

Naufal berhasil menemukan energi listrik alternatif dengan memanfaatkan getah pohon kedondong untuk diubah menjadi tenaga listrik yang aman dan murah serta ramah lingkungan . Inovasi ini cukup mencengangkan karena saat itu Naufal baru berusia 10 tahun.

Keinginan Naufal untuk berinovasi berawal dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diperolehnya di sekolah dasar (SD). Kala itu dia mengetahui bahwa setiap buah-buahan yang mengandung asam tinggi dapat menghasilkan energi listrik. “Di situ dijelaskan, buah-buah yang mengandung asam seperti kentang, jeruk dapat menghasilkan energi,” ujarnya.

Dari penjelasan tersebut, bocah yang mendapatkan peringkat kelima di kelas ini tertarik untuk mengalihkan eksperimennya langsung ke pohon tempat buah-buahan tadi tumbuh. Tidak semudah yang dibayangkan karena anak pertama dari Suprinan (43), ini harus berulang kali gagal saat melakukan eksperimennya.

Akhirnya pada percobaan Ke-60 dirinya bersama sang ayah mampu meyakini bahwa pohon kedondong yang memang banyak tumbuh di desanya memiliki energi listrik yang dapat digunakan untuk menghidupkan lampu.

“Awal eksperimen itu pohon mangga, tapi tidak menghasilkan listrik ternyata. Sampai pada akhirnya saya menemukan pohon kedondong pagar ini yang getahnya (bisa) menjadi listrik,” cerita Naufal.

Ia sudah bisa membuktikan jika kadar asam yang terkandung dalam pohon kedondong dapat menghasilkan energi listrik. Menurutnya, dari hasil eksperimennya tersebut untuk satu elektroda yang dipasang ke pohon kedondong mampu menghasilkan energi listrik 0,5-1 volt. Satu pohon kedondong ini dapat menghasilkan 0,5 hingga 1 volt listrik, tergantung cuaca.

Energi sebesar itu mampu menghidupkan dua bola lampu yang menyala sepanjang hari. Jika diaplikasikan langsung, lima buah batang pohon bisa menghidupkan listrik satu rumah dengan kapasitas daya sekira 5 hingga 9 volt. Terlebih jika musim hujan, energi listrik yang dihasilkan semakin banyak.

“Cuma di desa kan nyala hanya malam hari, siang istilahnya kita charger,” ucapnya. Dijelaskan Naufal, daya akan semakin bertambah apabila jumlah elektroda diperbanyak dan pohon semakin besar.

Proses pemeliharaannya juga terbilang mudah dan murah karena pohon sebagai sumber daya listrik hanya butuh disiram dan diberi pupuk. “Asal jangan sampai kering (getahnya),” papar bocah yang ingin kuliah di ITB ini.

Ia pun sedikit menceritakan kondisi desa tempat tinggalnya sebelum adanya penemuan ini selalu gelap gulita ketika malam tiba. Menurut dia kalaupun ingin ada penerangan, warga biasanya menggunakan generator yang biaya operasionalnya cukup tinggi karena mereka harus transpor (beli) minyak yang harganya mahal.

Dengan adanya penemuan ini, Naufal mengaku senang bisa membantu warga di daerah tempat tinggalnya. Bahkan bersama Pertamina yang kini mendampingi, hasil penemuannya juga sudah dirasakan sekolah tempat dirinya menuntut ilmu dan penduduk di desa lain seperti Desa Tampo Paloh yang kondisinya serupa atau bahkan lebih tertinggal daripada desanya. “Masyarakat di sana (Tampo Paloh) ada 40 rumah yang sangat menerima penemuan ini dan Naufal pun sangat senang dengan itu,” ungkapnya.

Sumber: okezone.com (30/10/16) (04/05/17)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: