Skip to content

Penyanyi Cilik Indonesia Raih Juara 1 Festival Sanremo Junior di Italia

Mei 20, 2017

Indonesia patut bangga, salah satu anak Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dalam ajang kompetisi menyanyi berskala internasional. Penyanyi cilik bernama Lyodra Margareta Ginting berhasil meraih juara pertama di Festival Sanremo Junior ke-8 yang digelar di Sanremo, Italia pada 1-7 Mei 2017. Lyodra menang untuk kategori usia 13-15 tahun sekaligus mendapatkan penghargaan istimewa dari komite Sanremo Junior dengan gelar “Prix of Sanremo Junior Committee.”

Sanremo Junior Festival 2017 adalah kompetisi menyanyi internasional untuk soloist anak umur 6-15 tahun yang diselenggarakan di kota Sanremo. Festival ini diikuti oleh 18 negara, antara lain Italia, Perancis, Yunani, Rusia, Malta, Romania, Hungaria, China, dan Filipina.

Lyodra sendiri merupakan salah satu anggota Di Atas Rata-rata generasi dua (DARR 2), sebuah project asuhan Erwin Gutawa & Gita Gutawa yang mencari dan menampilkan kehebatan anak Indonesia di bidang musik. Remaja cilik yang berasal dari Medan ini dimentori langsung oleh Gita Gutawa yang juga pernah menjuarai festival musik serupa, yaitu Internasional Nile Song Festival di Mesir. Gita juga menjadi ketua delegasi Indonesia yang dipercaya oleh panitia festival untuk membawa wakil anak dari Indonesia.

Pada malam final kompetisi tanggal 6 Mei 2017 lalu, Lyodra menyanyikan lagu “Dear Dream” ciptaan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa, dengan lirik berbahasa Inggris gubahan Ria Leimena. Meski mengaku sempat merasa sangat gugup sebelum tampil, Lyodra mampu mengalahkan 22 peserta dari 18 negara. Bahkan, dia mampu membuat seluruh pengunjung memberikan standing ovation.

Keikutsertaan Lyodra dalam ajang ini pun tidak lepas dari dukungan GUT Records dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah. Dukungan yang dilakukan melalui seleksi program satu pintu bekraf ini juga membawa Lyodra mendapat penghargaan istimewa dari komite Sanremo Junior dengan gelar “Prix of Sanremo Junior’s Committee”.

Dengan kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi kepada seluruh para penyanyi Indonesia untuk tetap berkarya dan Bekraf selaku representatif dari pemerintah akan berusaha terus mendukung juga memperbaiki ekosistem ekonomi kreatif untuk menunjang para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

“Awalnya itu sebenarnya Lyodra ikut manajemen Erwin Gutawa, terus dapat info ada festival di sana (Italia), lalu dipilih dia di antara teman-temannya untuk berangkat ke sana,” ungkap Simar Ginting, ayah dari Lyodra.

“Akhir bulan ke-3 kemarin dipilih, lalu bulan 4 persiapan, lalu tanggal 30 April berangkat ke sana, sampai sana 1 Mei, tanggal 2 gladiresik, tanggal 3 mulai festival. 3 hari kemudian pengumuman,” sambungnya.

Persiapan yang dilakukan Lyodra sebelum tampil di festival tersebut cukup singkat, yakni hanya sekitar satu bulan menjelang hari H. Latihan pun dilakukannya setiap hari, di Medan dan di Jakarta. Lyodra dan keluarganya memang tinggal dan menetap di Medan, Sumatera Utara.

“Kami kan tinggal di Medan, selama bulan April, tiap Sabtu dan Minggu latihan di Jakarta, kalau Senin sampai Jumat latihannya di Medan,” ucap Simar.

Ia patut berbangga hati, karena puteri sulungnya tersebut berani untuk tampil di negara yang jauh, tanpa didampingi keluarga. Namun akhirnya mampu membawa pulang piala kebanggaan tersebut.

“Itu dia, jadi ke sana kan dananya enggak sedikit. Manajemen enggak bisa nanggung biaya orang tua. Kalau mau ke sana, ya biaya sendiri. Kami pun dengan berat hati enggak bisa ikut mendampingi,” katanya dengan nada pelan.

“Saya tanya ke dia ‘Lyodra, berani enggak?’ Kan dia masih 13 tahun, ya. Biasanya dia enggak mau kalau kita tidak ada. Ini karena mungkin ke Italia juga, jadi semangat juga dia akhirnya. Tiga orang yang kesana akhirnya, Gita Gutawa sama asistennya satu,” lanjutnya.

Sebenarnya, pihak keluarga dan manajemen Erwin Gutawa sendiri tidak membuat target untuk membawa pulang gelar juara. Semua semata-mata hanya untuk pengalaman Lyodra saja untuk bisa bernyanyi di luar negeri.

“Ke sana sebenarnya enggak ada target, nothing to lose aja. Mengenai hasil jangan dipikir, erwin juga bilang gitu. Yang penting pengalaman tampil di luar negeri,” katanya.

Lyodra bersaing dengan para peserta dari 18 negara yang berpartisipasi. Penyanyi kelahiran Medan, Sumatera Utara 13 tahun lalu ini tampil membawakan lagu ‘Janji untuk Mimpi (Dear Dream)’ dan berhasil membuat juri serta penonton terpukau, dengan head voice bernada tinggi yang begitu khas tersebut.

“Abis dia tampil aku tanya ‘Gimana peluang (menang)?’, kata dia ‘Enggak usah bicara peluang, yang penting udah berusaha sebaik-baiknya’. Cuma emang ada harapan, karena menurut dia, cuma dia yang dapat standing applause dari penonton,” lanjut Simar lega.

Lyodra mengaku tidak menyangka bisa memenangi festival tersebut. “Dapat juara, aku sampai sekarang masih belum percaya. Pas briefing tidak ada target juara satu. Saat itu, aku ingin menunjukkan dan tampil yang terbaik untuk bangsa,” ucap dia.

Sumber: kumparan.com (09/05/17), kompas.com (12/05/17), inspiratorfreak.com (14/05/17)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: