Skip to content

PSM ITS Raih Tiga Trofi Kompetisi Paduan Suara Internasional di Inggris

Juli 27, 2017

Kabar gembira datang dari Inggris. Paduan Suara Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PSM ITS) Surabaya menorehkan prestasinya di kancah internasional dengan berhasil memboyong tiga trofi dalam perayaan 70th Anniversary Llangollen International Musical Eisteddfod 2017, United Kingdom yang berlangsung pada 3-9 Juli lalu.

Adapun tiga trofi yang berhasil dibawa pulang PSM ITS dalam kompetisi paduan suara internasional tersebut adalah runner up kategori Youth Choir, runner up kategori Adult Folk Choir, serta juara tiga kategori Mixed Choir.

“Untuk kategori Adult Folk Choir, lagu tradisional Madura yang kami bawakan hanya kalah 0,3 poin dengan juara pertama,” terang Dr Ing Ir Bambang Soemardiono selaku Pembina PSM ITS.

Menurut Bambang, pencapaian prestasi ini cukup baik dibanding beberapa pengalaman sebelumnya. “PSM baru pertama kali mengikuti kontes di Llangollen, dan langsung mendapat juara,” tutur dosen Departemen Arsitektur ini.

Prestasi ini tak luput dari hasil latihan keras anggota PSM. “Kami selalu berlatih keras, sebelum maupun setelah berangkat ke Inggris. Sebelum berangkat, latihannya Senin hingga Minggu, setiap latihan berdurasi dua jam.” jelas pria asal Banyuwangi tersebut.

Selain latihan keras, pola pikir positif juga sangat membantu mereka dalam mengubah kendala menjadi motivasi. Alhasil beberapa gangguan seperti lokasi penginapan yang jauh, dukungan dana yang terbatas, serta waktu keberangkatan yang mepet dapat mereka atasi dengan baik.

Bambang mengatakan, penginapan yang mereka dapat di provinsi North Wales memiliki jarak yang cukup jauh dari lokasi kontes, maupun dari pusat kota. Sekitar satu setengah jam. Dalam hal ini, Bambang dan tim justru memandangnya sebagai keuntungan. “Kondisi yang sepi membuat latihan kami jadi lebih fokus. Ditambah lagi dengan suasana yang sejuk dan pemandangan yang asri,” tutur Bambang.

Ketua PSM ITS, Gusti Putra Pradana mengatakan timnya sempat mengalami kendala finansial dalam persiapan kompetisi ini. Namun berkat kerja sama tim yang baik, serta kegigihan dalam menghimpun sponsor, akhirnya tim ini tetap berangkat.

Lain lagi dengan salah satu personel PSM, Herisha Arviani yang bercerita tentang waktu keberangkatan timnya yang mepet. “Sudah mepet, bertepatan pula dengan insiden bom di Manchester. Tapi setelah menenangkan diri akhirnya kami berangkat juga,” kenangnya.

Sumber: its.ac.id (20/07/17)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: